Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Bupati Polman: Setelah Puskesmas, Kerja Sama Perbankan Akan Menyasar Seluruh Rumah Sakit Pemprov Sulbar Optimalkan MTQ XI sebagai Ajang Promosi Produk Unggulan Daerah Pemkab Polman Cairkan Gaji ke-13 Senilai Rp35,2 Miliar 72,75% Responden Nilai Suhardi Duka Berhasil Tunaikan Janji Kampanye, 78% Sebut Sulbar Lebih Baik SDK Lantik Rektor UNSUMA: Perguruan Tinggi Wajib Jawab Kebutuhan Dunia Kerja Gubernur Sulbar Sambut Kepala BKN RI, Suasana Akrab Warnai Silaturahmi

Advertorial

Pemprov Sulbar Hadiri Rakor Integrasi Data SIGIZI–PASTIPADU untuk Percepat Penanganan Stunting

badge-check


					Pemprov Sulbar Hadiri Rakor Integrasi Data SIGIZI–PASTIPADU untuk Percepat Penanganan Stunting Perbesar

Jakarta Selatan – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Integrasi Data Sistem Informasi Gizi (SIGIZI) dengan Dashboard PASTIPADU dalam rangka penguatan penanganan stunting, yang dilaksanakan di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta integrasi data berbasis digital guna meningkatkan efektivitas pengambilan kebijakan penanganan stunting di daerah. Integrasi SIGIZI dengan Dashboard PASTIPADU diharapkan mampu menghadirkan data yang lebih akurat, real-time, dan terintegrasi dari tingkat puskesmas hingga pemerintah daerah.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam forum nasional ini juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam upaya percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui Gerakan PASTI PADU.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, bersama Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Putri Anindy.

“Kehadiran ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung kebijakan nasional berbasis data untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” kata dr. Nursyamsi.

Dalam rakor ini dibahas berbagai aspek penting terkait integrasi data, mulai dari penguatan sistem pelaporan gizi, sinkronisasi indikator stunting, hingga pemanfaatan dashboard sebagai alat monitoring dan evaluasi kinerja program di tingkat daerah. Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam memastikan data yang dihasilkan dapat menjadi dasar intervensi yang tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dapat semakin mengoptimalkan pemanfaatan data dalam perencanaan dan pelaksanaan program penanganan stunting. Dengan sistem yang terintegrasi dan koordinasi yang kuat, upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Bupati Polman: Setelah Puskesmas, Kerja Sama Perbankan Akan Menyasar Seluruh Rumah Sakit

9 June 2026 - 21:13 WIT

Pemprov Sulbar Optimalkan MTQ XI sebagai Ajang Promosi Produk Unggulan Daerah

9 June 2026 - 21:07 WIT

Pemkab Polman Cairkan Gaji ke-13 Senilai Rp35,2 Miliar

5 June 2026 - 22:17 WIT

72,75% Responden Nilai Suhardi Duka Berhasil Tunaikan Janji Kampanye, 78% Sebut Sulbar Lebih Baik

5 June 2026 - 22:10 WIT

SDK Lantik Rektor UNSUMA: Perguruan Tinggi Wajib Jawab Kebutuhan Dunia Kerja

5 June 2026 - 21:57 WIT

Trending on Advertorial