Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

Daerah

Kisah Pelajar SMP Panyampa Yang Sekolah Sambil Mengendong Adiknya

badge-check


					0-3840x2160-0-0-{}-0-24# Perbesar

0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

POLEWALI MANDAR — Kisah perjuangan seorang pelajar SMP di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, kembali menyita perhatian warga. Setiap hari, Muhammad Sufri, siswa kelas 3 SMP, harus berangkat ke sekolah sambil menggendong adiknya yang masih balita.

Sejak sang ibu pergi merantau ke luar negeri tanpa pamit, Sufri menjadi pengasuh utama bagi kedua adiknya. Kondisi itu membuat adik bungsunya kerap menangis setiap malam karena masih membutuhkan kehadiran orang tua, sementara ayah mereka bekerja seharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Example 728x250

Beban tersebut sempat membuat Sufri berniat berhenti sekolah karena tidak ada yang menjaga adiknya. Ia bahkan mengaku sempat beberapa hari tidak masuk sekolah karena harus merawat sang adik yang terus menangis.

“Saya tidak masuk sekolah beberapa hari karena adik tidak bisa ditinggal. Kasihan kalau menangis terus, tidak ada yang jaga,” ujar Sufri, Senin (24/11/2025).

Meski demikian, berkat dukungan guru dan teman-temannya, Sufri kembali melanjutkan sekolah. Setiap pagi, ia berangkat membawa tas sekolah dan perlengkapan susu, sementara adiknya ia gendong di punggung. Di sekolah, ia tetap berusaha mengikuti pelajaran, meski sesekali harus menenangkan adiknya yang rewel. Para guru dan teman sekelas pun turut membantu menjaga si kecil secara bergiliran agar proses belajar tetap berjalan.

Kisah ini memantik simpati warga desa. Banyak yang berharap pemerintah setempat dapat memberikan dukungan agar beban keluarga tersebut lebih ringan, sehingga Sufri dapat bersekolah dengan tenang dan masa depan kedua adiknya tetap terjaga.

Facebook Comments Box

Read More

Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle

14 October 2026 - 23:46 WIT

Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III

14 October 2026 - 23:38 WIT

Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak

14 October 2026 - 19:59 WIT

Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe

10 October 2026 - 11:21 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Trending on Advertorial