POLEWALI MANDAR — Kebakaran hebat melanda Dusun Kappung Tulu, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (28/2/2026). Sedikitnya 29 rumah warga hangus dan 173 jiwa terdampak akibat peristiwa yang terjadi saat sebagian masyarakat tengah melaksanakan salat tarawih.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke permukiman padat, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang berharga. Kobaran api baru dapat dikendalikan setelah upaya pemadaman gabungan dilakukan hingga larut malam.
Musibah tersebut memantik simpati berbagai pihak. Jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Rombongan dipimpin Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar yang juga Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, didampingi Sekretaris Umum Usman Suhuria serta Ketua DPD Partai Golkar Polman terpilih, Masri Bahri.
Rombongan tiba sekitar pukul 09.30 WITA dan langsung menyapa warga yang terkena dampak kebakaran.
Dalam kesempatan itu, Samsul Mahmud yang akrab disapa HSM menyampaikan rasa duka dan empati mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat.
“Kami turut merasakan apa yang dialami saudara-saudara kita. Ini adalah cobaan dari Allah SWT, dan kami berharap agar tetap disikapi dengan kesabaran dan ketabahan. Ini adalah ujian dari Allah,” ujar HSM, Minggu (1/3/2026).
HSM menegaskan bahwa dirinya—baik sebagai pribadi, pimpinan partai, maupun kepala daerah—akan terus hadir mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih.
“Insya Allah, baik sebagai pribadi, sebagai pimpinan partai maupun dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah, kami akan terus hadir sampai warga yang menjadi korban benar-benar merasa terbantu,” ujarnya.
Selain memberikan dukungan moril, rombongan Partai Golkar juga menyalurkan sejumlah bantuan, antara lain uang tunai Rp60 juta, beras 1,5 ton, puluhan rak telur ayam ras, serta sarung untuk kebutuhan warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban, terlebih musibah terjadi di bulan suci Ramadan.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal untuk proses penyaluran bantuan perbaikan rumah.
Di tengah suasana duka, kehadiran pemerintah dan unsur partai politik di lokasi bencana memberi harapan bagi warga bahwa proses pemulihan akan terus mendapat perhatian hingga mereka kembali dapat menata kehidupan.

"










