Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi 232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

Advertorial

Hardiknas 2026, Gubernur Suhardi Duka Fokus Tangani Anak Putus Sekolah di Sulbar

badge-check


					Hardiknas 2026, Gubernur Suhardi Duka Fokus Tangani Anak Putus Sekolah di Sulbar Perbesar

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka anak putus sekolah saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Sulbar, Sabtu (2/5/2026).

Usai upacara, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa tingginya angka putus sekolah di Sulbar masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kemiskinan hingga masalah sosial seperti kenakalan remaja.

Example 728x250

“Masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Faktornya beragam, ada karena kemiskinan, ada juga karena kenakalan,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Sulbar menargetkan sekitar 550 anak dapat kembali mengenyam pendidikan pada 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan serta pemerintah kabupaten se-Sulbar.

“Ini langkah awal. Selanjutnya, kita akan menyisir hingga sekitar seribu anak untuk dikembalikan ke sekolah,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sulbar menyiapkan sejumlah bantuan, termasuk pembiayaan pendidikan dan perlengkapan sekolah. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mencegah anak kembali bekerja di usia dini.

“Kita siapkan biaya pendidikan dan perlengkapan, agar mereka tidak terbebani kondisi ekonomi orang tua dan tidak lagi menjadi tenaga kerja,” tegasnya.

Gubernur Suhardi Duka juga menekankan bahwa praktik mempekerjakan anak di bawah umur bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, meski kerap terjadi akibat tekanan ekonomi. Ia menilai pengembalian anak ke bangku sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah sekaligus bagian dari pemenuhan hak asasi manusia.

“Ini tanggung jawab pemerintah. Jika tidak dilakukan, berarti kita mengabaikan hak asasi manusia di bidang pendidikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, upacara Hardiknas turut dihadiri Haris Iskandar, Widya Prada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pemprov Sulbar menyatakan komitmen untuk menuntaskan persoalan anak putus sekolah secara bertahap dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

9 October 2026 - 09:13 WIT

Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita

9 October 2026 - 06:03 WIT

232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin

8 October 2026 - 10:12 WIT

Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

7 October 2026 - 11:55 WIT

Trending on Advertorial