Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar Bupati Polman Paparkan Strategi Sukseskan 10 Program Nasional dan 4 Prioritas Sulbar Malam Refleksi 1 Muharram, Gubernur SDK Ajak Syukuri Nikmat Umur dan Perbaiki Diri di Tahun Baru Islam Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras Bupati Samsul Mahmud Lepas Kontingen KTNA, Target Bawa Inovasi dan Peluang Baru ke Polman SE2026 Perkuat Data Sektoral Kawal Program Pancadaya Gubernur Sulbar

Advertorial

Hardiknas 2026, Gubernur Suhardi Duka Fokus Tangani Anak Putus Sekolah di Sulbar

badge-check


					Hardiknas 2026, Gubernur Suhardi Duka Fokus Tangani Anak Putus Sekolah di Sulbar Perbesar

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka anak putus sekolah saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Sulbar, Sabtu (2/5/2026).

Usai upacara, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa tingginya angka putus sekolah di Sulbar masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kemiskinan hingga masalah sosial seperti kenakalan remaja.

“Masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Faktornya beragam, ada karena kemiskinan, ada juga karena kenakalan,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Sulbar menargetkan sekitar 550 anak dapat kembali mengenyam pendidikan pada 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan serta pemerintah kabupaten se-Sulbar.

“Ini langkah awal. Selanjutnya, kita akan menyisir hingga sekitar seribu anak untuk dikembalikan ke sekolah,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sulbar menyiapkan sejumlah bantuan, termasuk pembiayaan pendidikan dan perlengkapan sekolah. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mencegah anak kembali bekerja di usia dini.

“Kita siapkan biaya pendidikan dan perlengkapan, agar mereka tidak terbebani kondisi ekonomi orang tua dan tidak lagi menjadi tenaga kerja,” tegasnya.

Gubernur Suhardi Duka juga menekankan bahwa praktik mempekerjakan anak di bawah umur bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, meski kerap terjadi akibat tekanan ekonomi. Ia menilai pengembalian anak ke bangku sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah sekaligus bagian dari pemenuhan hak asasi manusia.

“Ini tanggung jawab pemerintah. Jika tidak dilakukan, berarti kita mengabaikan hak asasi manusia di bidang pendidikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, upacara Hardiknas turut dihadiri Haris Iskandar, Widya Prada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, serta Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pemprov Sulbar menyatakan komitmen untuk menuntaskan persoalan anak putus sekolah secara bertahap dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar

24 June 2026 - 10:34 WIT

Bupati Polman Paparkan Strategi Sukseskan 10 Program Nasional dan 4 Prioritas Sulbar

22 June 2026 - 14:43 WIT

Malam Refleksi 1 Muharram, Gubernur SDK Ajak Syukuri Nikmat Umur dan Perbaiki Diri di Tahun Baru Islam

19 June 2026 - 13:48 WIT

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras

18 June 2026 - 21:30 WIT

Bupati Samsul Mahmud Lepas Kontingen KTNA, Target Bawa Inovasi dan Peluang Baru ke Polman

18 June 2026 - 18:03 WIT

Trending on Advertorial