Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Sekda Sulbar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Polman, Target Rampung 31 Agustus 2026 Gubernur Sulbar Hadiri Peringatan Hari Mamuju, Bumi Manakarra Terus Mengalami Kemajuan Sekda Junda: Penilaian Jamsostek Award untuk Pastikan Perlindungan Ketenagakerjaan di Sulbar Sekda Junda Pimpin Rakor SAKIP 2026: Target Nilai Lebih Tinggi, 2027 Kita Kejar Predikat A Gubernur Sulbar Minta Penyuluh Pertanian Jadi Motor Swasembada Pangan, Targetkan IP Naik Jadi 2 Festival Rakyat Nusantara 2026 Resmi Dibuka, Sekda Sulbar Sebut UMKM Penopang Ekonomi Daerah

Advertorial

Gubernur Suhardi Kenang Sukardy M Noer: Sosok Peredam Konflik

badge-check


					Gubernur Suhardi Kenang Sukardy M Noer: Sosok Peredam Konflik Perbesar

Mamuju – Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengenang almarhum H Sukardy M Noer sebagai sosok yang selalu hadir saat situasi memanas. Almarhum, kata SDK, bukan tipe politikus yang ikut membesarkan masalah.

Hal itu ia sampaikan dalam Tahlilan, Baca Pura, Doa dan Buka Puasa Bersama mengenang wafatnya alm Sukardy M. Noer, MM Bin A. Syafar Nur Tammauni di Aula Masjid Raya Suada, Mamuju, Senin 2 Maret 2026.

Sukardy bukan sekadar kolega. Perjalanan mereka sudah panjang sejak masa kuliah.

Keduanya kembali bertemu saat sama-sama menjadi aparatur sipil negara. Setelah itu aktif di organisasi sayap partai politik di Makassar.

“Jadi panjang perjalanan kita. Selepas itu saya jadi pegawai, kemudian masuk di organisasi politik, ketemu lagi di Makassar, Sukardy di Kosgoro saya di SOKSI, jadi sering ketemu,” ungkapnya.

Saat kembali ke Mamuju, kebersamaan itu berlanjut. Sukardy menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulbar dan sama-sama berada di bawah payung Partai Demokrat.

Almarhum dikenal rajin bersilaturahmi. Hampir tak ada kegiatan sosial dan keagamaan yang ia lewatkan.

“Di Makassar tidak ada kegiatan sosial dan keagamaan tanpa kehadiran Almarhum. Apakah itu kematian, perkawinan. Apa saja pokoknya pasti ada Pak Sukardy, begitu pedulinya beliau,” kenang SDK.

Yang paling diingat SDK adalah sikap politik Sukardy. Ia tidak ingin terseret dalam pusaran konflik.

“Sehingga dengan demikian dia selalu berada di tengah. Orang konflik, dia pasti ada ditengah. Dia tidak ingin membesarkan konflik, tapi selalu ingin meredamkan konflik dan meniadakan konflik,” ucapnya.

SDK juga mengaku tak pernah mendengar Sukardy berselisih dengan orang lain. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

“Saya tahu juga bahwa ketekunan agama almarhum sangat kuat dan sebagaimana dikatakan tadi, tidak pernah saya dengar Pak Sukardy clash dengan orang lain,” ungkapnya.

Bagi SDK, sikap itulah yang paling membekas. Di tengah dinamika sosial-politik, almarhum Sukardy memilih menjadi penyejuk, teduh di tengah perbedaan. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Sekda Sulbar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Polman, Target Rampung 31 Agustus 2026

14 July 2026 - 22:48 WIT

Gubernur Sulbar Hadiri Peringatan Hari Mamuju, Bumi Manakarra Terus Mengalami Kemajuan

14 July 2026 - 22:45 WIT

Sekda Junda: Penilaian Jamsostek Award untuk Pastikan Perlindungan Ketenagakerjaan di Sulbar

13 July 2026 - 23:39 WIT

Sekda Junda Pimpin Rakor SAKIP 2026: Target Nilai Lebih Tinggi, 2027 Kita Kejar Predikat A

13 July 2026 - 23:37 WIT

Gubernur Sulbar Minta Penyuluh Pertanian Jadi Motor Swasembada Pangan, Targetkan IP Naik Jadi 2

13 July 2026 - 17:03 WIT

Trending on Advertorial