POLEWALI MANDAR — Komunitas Lembaga Sossorang Mandar Sulawesi Barat menggelar Tahlilan 100 hari wafatnya almarhum Mayjen Salim S. Mengga, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, di Lemosusu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (09 Mei 2026).
Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta keluarga besar almarhum. Doa-doa dipanjatkan untuk mengenang jasa dan keteladanan almarhum yang selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin sederhana, bersahaja, dan dekat dengan rakyat.
Ketua Komunitas Lembaga Sossorang Mandar Sulbar, Ust. H. Hasbi Raya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud penghormatan mendalam atas dedikasi Mayjen Salim S. Mengga di Sulawesi Barat.
“Beliau adalah putra terbaik Mandar. Nilai-nilai perjuangan dan pengabdiannya bagi daerah ini akan terus kami jaga dan teladani,” ujarnya.
Ust. Hasbi Raya juga menambahkan bahwa masyarakat Mandar khususnya generasi muda perlu mencontoh keteladanan almarhum dalam hal integritas, sikap dermawan, serta komitmen terhadap kemajuan daerah.
“Apa yang beliau ucapkan selalu beliau lakukan, bahkan lebih dari itu. Teladan seperti inilah yang harus kita warisi agar hidup kita penuh keberkahan dunia dan akhirat,” tambahnya.
Beberapa tokoh masyarakat turut menyampaikan testimoni mengenai kepribadian almarhum Mayjen Salim S. Mengga. Salah satunya Mantan Kakanwil Sulbar, Dr. Muhlis Latif, yang menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok langka dan berkarakter kuat.
Menurutnya, Salim S. Mengga dikenal sebagai pribadi yang sangat tegas, disiplin, berani, serta memiliki integritas tinggi, termasuk dalam upayanya mengembalikan sejumlah aset daerah yang sebelumnya terbengkalai.
“Beliau adalah tipe pemimpin yang tidak banyak ditemukan. Keberanian dan ketegasannya dalam memperjuangkan kepentingan daerah membuatnya begitu dihormati,” ujar Muhlis Latif.
Rangkaian tahlilan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai ungkapan duka sekaligus penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Komunitas Lembaga Sossorang Mandar menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang diwariskan almarhum demi kemajuan Mandar dan Sulawesi Barat.
Tahlilan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk kembali mengenang bahwa sosok Mayjen Salim S. Mengga tetap hidup dalam ingatan dan hati masyarakat Mandar.

"










