Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat Sekprov Junda Maulana Buka Pelatihan, Sulbar Bersiap Terapkan Katalog Versi 6

Advertorial

Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan

badge-check


					Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan Perbesar

MAMUJU –Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Sulawesi Barat menegaskan pentingnya kehati-hatian aparatur dalam memberikan pelayanan publik. Penekanan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang mengingatkan kuatnya pengawasan masyarakat di era digital saat ini.

Kepala Dinas Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan, komunikasi publik kini tidak lagi bertumpu pada media konvensional. Seperti disampaikan Gubernur, setiap individu memiliki ruang dan alat untuk menyampaikan kritik secara terbuka, bahkan dalam hitungan detik dapat menyebar luas di berbagai platform digital.

Ia menyebut, kondisi ini menjadi tantangan baru bagi aparatur pemerintah. Pelayanan yang lambat, tidak transparan, atau berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat bisa dengan mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, seluruh ASN diminta lebih cermat dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Ridwan menegaskan, arahan Gubernur Sulbar dalam aper virtual harus dimaknai sebagai pengingat bahwa citra pemerintah kini sangat bergantung pada kualitas pelayanan di lapangan.

“Hari ini publik tidak lagi hanya menunggu informasi dari media. Setiap orang bisa merekam, menilai, lalu menyebarkan. Kalau pelayanan kita buruk, itu sangat mudah menjadi viral dan berdampak luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fenomena viral tidak selalu membawa dampak positif. Menurutnya, jika yang tersebar adalah hal negatif, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dari sikap aparatur itu sendiri.

Lebih jauh, Kominfo SS Sulbar mendorong seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya pelayanan yang cepat, responsif, dan transparan. Ridwan menilai, pendekatan tersebut bukan hanya menjawab tuntutan zaman, tetapi juga menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Intinya, jangan beri ruang bagi hal-hal yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Layani masyarakat dengan baik, karena satu kesalahan kecil saja hari ini bisa tersebar luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

20 August 2026 - 07:25 WIT

Trending on Advertorial