Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar Bupati Polman Paparkan Strategi Sukseskan 10 Program Nasional dan 4 Prioritas Sulbar Malam Refleksi 1 Muharram, Gubernur SDK Ajak Syukuri Nikmat Umur dan Perbaiki Diri di Tahun Baru Islam Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras Bupati Samsul Mahmud Lepas Kontingen KTNA, Target Bawa Inovasi dan Peluang Baru ke Polman SE2026 Perkuat Data Sektoral Kawal Program Pancadaya Gubernur Sulbar

Advertorial

Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan

badge-check


					Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan Perbesar

MAMUJU –Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Sulawesi Barat menegaskan pentingnya kehati-hatian aparatur dalam memberikan pelayanan publik. Penekanan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang mengingatkan kuatnya pengawasan masyarakat di era digital saat ini.

Kepala Dinas Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan, komunikasi publik kini tidak lagi bertumpu pada media konvensional. Seperti disampaikan Gubernur, setiap individu memiliki ruang dan alat untuk menyampaikan kritik secara terbuka, bahkan dalam hitungan detik dapat menyebar luas di berbagai platform digital.

Ia menyebut, kondisi ini menjadi tantangan baru bagi aparatur pemerintah. Pelayanan yang lambat, tidak transparan, atau berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat bisa dengan mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, seluruh ASN diminta lebih cermat dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Ridwan menegaskan, arahan Gubernur Sulbar dalam aper virtual harus dimaknai sebagai pengingat bahwa citra pemerintah kini sangat bergantung pada kualitas pelayanan di lapangan.

“Hari ini publik tidak lagi hanya menunggu informasi dari media. Setiap orang bisa merekam, menilai, lalu menyebarkan. Kalau pelayanan kita buruk, itu sangat mudah menjadi viral dan berdampak luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fenomena viral tidak selalu membawa dampak positif. Menurutnya, jika yang tersebar adalah hal negatif, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dari sikap aparatur itu sendiri.

Lebih jauh, Kominfo SS Sulbar mendorong seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya pelayanan yang cepat, responsif, dan transparan. Ridwan menilai, pendekatan tersebut bukan hanya menjawab tuntutan zaman, tetapi juga menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Intinya, jangan beri ruang bagi hal-hal yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Layani masyarakat dengan baik, karena satu kesalahan kecil saja hari ini bisa tersebar luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar

24 June 2026 - 10:34 WIT

Bupati Polman Paparkan Strategi Sukseskan 10 Program Nasional dan 4 Prioritas Sulbar

22 June 2026 - 14:43 WIT

Malam Refleksi 1 Muharram, Gubernur SDK Ajak Syukuri Nikmat Umur dan Perbaiki Diri di Tahun Baru Islam

19 June 2026 - 13:48 WIT

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33% di Triwulan I, Gubernur SDK: Masih di Bawah Target 6%, Perlu Kerja Keras

18 June 2026 - 21:30 WIT

Bupati Samsul Mahmud Lepas Kontingen KTNA, Target Bawa Inovasi dan Peluang Baru ke Polman

18 June 2026 - 18:03 WIT

Trending on Advertorial