Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Samsul Mahmud Ajak Warga Dukung Sekolah Rakyat, Serahkan Bantuan untuk Masjid di Luyo Sulbar Raih WTP ke-12 Kalinya, Gubernur Suhardi Duka Tegaskan Komitmen Penuh Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK RI Dorong Pembangunan RS Rujukan KJSU-KIA, Gubernur Suhardi Duka dan Kepala Daerah Se-Sulbar Temui Kemenkes Bupati Polman Ingatkan ASN Hindari Gratifikasi dan Pungli dalam Pelayanan Publik Junda Maulana Minta OPD Tingkatkan Kualitas Data, BPS Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi Bupati Polman: Setelah Puskesmas, Kerja Sama Perbankan Akan Menyasar Seluruh Rumah Sakit

Advertorial

Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan

badge-check


					Pengawasan Publik Kian Terbuka, Kominfo Sulbar Minta ASN Jaga Kualitas Layanan Perbesar

MAMUJU –Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Sulawesi Barat menegaskan pentingnya kehati-hatian aparatur dalam memberikan pelayanan publik. Penekanan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang mengingatkan kuatnya pengawasan masyarakat di era digital saat ini.

Kepala Dinas Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan, komunikasi publik kini tidak lagi bertumpu pada media konvensional. Seperti disampaikan Gubernur, setiap individu memiliki ruang dan alat untuk menyampaikan kritik secara terbuka, bahkan dalam hitungan detik dapat menyebar luas di berbagai platform digital.

Ia menyebut, kondisi ini menjadi tantangan baru bagi aparatur pemerintah. Pelayanan yang lambat, tidak transparan, atau berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat bisa dengan mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, seluruh ASN diminta lebih cermat dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Ridwan menegaskan, arahan Gubernur Sulbar dalam aper virtual harus dimaknai sebagai pengingat bahwa citra pemerintah kini sangat bergantung pada kualitas pelayanan di lapangan.

“Hari ini publik tidak lagi hanya menunggu informasi dari media. Setiap orang bisa merekam, menilai, lalu menyebarkan. Kalau pelayanan kita buruk, itu sangat mudah menjadi viral dan berdampak luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fenomena viral tidak selalu membawa dampak positif. Menurutnya, jika yang tersebar adalah hal negatif, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dari sikap aparatur itu sendiri.

Lebih jauh, Kominfo SS Sulbar mendorong seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya pelayanan yang cepat, responsif, dan transparan. Ridwan menilai, pendekatan tersebut bukan hanya menjawab tuntutan zaman, tetapi juga menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Intinya, jangan beri ruang bagi hal-hal yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Layani masyarakat dengan baik, karena satu kesalahan kecil saja hari ini bisa tersebar luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Samsul Mahmud Ajak Warga Dukung Sekolah Rakyat, Serahkan Bantuan untuk Masjid di Luyo

14 June 2026 - 23:12 WIT

Sulbar Raih WTP ke-12 Kalinya, Gubernur Suhardi Duka Tegaskan Komitmen Penuh Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK RI

13 June 2026 - 23:06 WIT

Dorong Pembangunan RS Rujukan KJSU-KIA, Gubernur Suhardi Duka dan Kepala Daerah Se-Sulbar Temui Kemenkes

11 June 2026 - 19:03 WIT

Bupati Polman Ingatkan ASN Hindari Gratifikasi dan Pungli dalam Pelayanan Publik

11 June 2026 - 00:10 WIT

Junda Maulana Minta OPD Tingkatkan Kualitas Data, BPS Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi

11 June 2026 - 00:04 WIT

Trending on Advertorial