POLEWALI MANDAR — Di tengah geliat pembangunan desa yang terus bergerak, sosok Kepala Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, mencuri perhatian berkat kesederhanaan dan kedekatannya dengan warga, sabtu (03/01/2026).
Tanpa protokol rumit dan tanpa menjaga jarak, ia hampir selalu hadir dalam setiap momentum penting masyarakatnya—mulai dari kegiatan sosial hingga pertemuan kecil di sudut kampung.
Dalam sebuah foto yang diabadikan warga, sang kades, Alimuddin, tampak duduk mengenakan kemeja hijau dan kopiah hitam, memegang palu dan pahat, membantu mengerjakan nisan kayu untuk keluarga yang tengah berduka. Tanpa canggung dan tak keberatan kotor, ia terlibat langsung dalam proses tersebut.
Kehadiran yang konsisten itu membuat warga merasa diperhatikan. Dalam berbagai situasi, terutama saat duka, ia tak segan turun tangan mendampingi masyarakat.
“Beliau tidak hanya memimpin dari kantor, tapi dari lapangan. Setiap kegiatan desa, beliau ada. Itu yang membuat kami merasa dekat,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Di tengah era ketika sebagian pemimpin kerap dinilai jauh dari warganya, kehadiran sang kades menjadi pengecualian.
Kesederhanaan dan kerendahan hatinya menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tentang kehadiran dan kepedulian.
Dengan karakter itu, ia perlahan membangun kepercayaan dan solidaritas di Desa Kenje, menjadikan setiap momentum bukan hanya seremonial, tetapi ruang mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya.

"










