Mamuju – Dalam nuansa malam ke-5 Ramadan yang tenang, suasana haru menyelimuti rumah jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Istri almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Fatmawati Salim, malam ini terlihat melaksanakan shalat tarawih bersama para staf dan sopir yang selama ini menjadi bagian dari keseharian almarhum Salim S. Mengga, Minggu (22/02/2026).
Di musholla kecil yang berada di dalam kawasan rumah jabatan, cahaya lampu temaram berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an menciptakan suasana penuh keteduhan. Hj. Fatmawati Salim berbaur tanpa sekat dengan para staf dan sopir, seolah ingin menunjukkan bahwa kebersamaan yang pernah terjalin semasa hidup almarhum tetap terjaga hingga kini.
Meski tak lagi didampingi sang suami, langkah Hj. Fatmawati tetap menunjukkan keteguhan hati. Dalam diam, banyak yang melihat sorot matanya yang menyimpan kerinduan mendalam. Namun, di balik itu, terlihat pula ketegasan dan kekuatan seorang perempuan yang memilih berdiri teguh, melanjutkan tradisi ibadah Ramadan yang dulu selalu dijalani bersama almarhum.
Tarawih malam itu berlangsung khusyuk. Sesekali beberapa staf terlihat menahan haru, mengenang momen ketika almarhum masih memimpin mereka dalam berbagai kegiatan di rumah jabatan.
Sementara para sopir, yang selama ini dekat dengan keluarga, tak kuasa menutupi rasa kehilangan ketika menyaksikan Hj. Fatmawati tetap hadir menjaga silaturahmi.
Usai tarawih, suasana semakin menyentuh hati. Para staf dan sopir saling bersalaman dengan Hj. Fatmawati, berbagi kisah dan doa mengenang sosok Salim S. Mengga. Bagi mereka, kebersamaan malam itu bukan hanya ibadah, tetapi juga sebuah bentuk penghormatan kepada almarhum, seorang pemimpin yang dikenang karena keteduhan sikap dan kepeduliannya.
Di akhir kegiatan, Hj. Fatmawati mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh staf dan sopir yang masih setia mendampingi hingga saat ini. Ia berharap tradisi kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga, terutama di bulan suci Ramadan yang menjadi momen mempererat persaudaraan.
Tarawih bersama ini menjadi pengingat bahwa meski kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, nilai-nilai kebaikan dan semangat pengabdian yang diwariskannya tetap hidup di lingkungan rumah jabatan.

"










