Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Satgas TMMD Gelar Pelatihan Las, Dorong Kemandirian Pemuda Sekda Sulbar: LPPD Bukan Sekadar Laporan, Tapi Akses Perhatian Pemerintah Pusat Program Unggulan Kasad Berbuah, Dua Titik Sumur Bor TMMD Hasilkan Air Suhardi Duka: Tidak Ada Lagi Perusahaan Sawit Kebal Hukum di Sulawesi Barat Pemprov Sulbar Bagikan 700 Paket Ramadan untuk Masyarakat Pasangkayu Hari ke-12 TMMD, Renovasi Rumah Nurmala Capai 52 Persen

Advertorial

Suhardi Duka: Tidak Ada Lagi Perusahaan Sawit Kebal Hukum di Sulawesi Barat

badge-check


					Suhardi Duka: Tidak Ada Lagi Perusahaan Sawit Kebal Hukum di Sulawesi Barat Perbesar

Pasangkayu — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu potensi strategis Indonesia, baik dari sisi ekonomi nasional maupun dalam dinamika politik komoditas global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Suhardi Duka saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu di Rumah Jabatan Bupati Pasangkayu, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, komoditas sawit memiliki peran fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan.

“Kita ingin setiap perkebunan sawit memberi manfaat bagi negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Pasangkayu sendiri, sekitar 80 persen komoditas ekonominya berasal dari sawit,” ujar Suhardi Duka.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti aspek penegakan hukum di sektor perkebunan. Ia mengungkapkan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menemukan sekitar 829 hektare lahan sawit milik perusahaan yang berada di dalam kawasan hutan dan telah diambil alih negara.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah kini semakin tegas dalam memastikan kepatuhan hukum di sektor perkebunan.

“Itu artinya bahwa tidak ada lagi yang saat ini karena dia kaya, karena dia dekat dengan kekuasaan maka ia merasa kuat. Ia merasa kuat, ia tidak bisa tersentuh oleh hukum, Tidak ada yang begitu sekarang,” tegasnya.

Gubernur Sulbar juga menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban perpajakan daerah, termasuk pembayaran pajak air permukaan yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya.

“Mungkin dulu perusahaan sawit bisa bertindak seenaknya, tetapi sekarang tidak lagi. Jika tidak membayar pajak, pemerintah akan memberikan penegasan dan sanksi sesuai aturan,” katanya.

Menurut Suhardi Duka, penguatan regulasi dan pengawasan bertujuan menciptakan tata kelola perkebunan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Tidak ada yang kuat sekarang. Yang kuat adalah pemerintah dalam menegakkan hukum,” pungkasnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Satgas TMMD Gelar Pelatihan Las, Dorong Kemandirian Pemuda

24 February 2026 - 22:31 WIT

Sekda Sulbar: LPPD Bukan Sekadar Laporan, Tapi Akses Perhatian Pemerintah Pusat

24 February 2026 - 18:14 WIT

Program Unggulan Kasad Berbuah, Dua Titik Sumur Bor TMMD Hasilkan Air

24 February 2026 - 14:12 WIT

Pemprov Sulbar Bagikan 700 Paket Ramadan untuk Masyarakat Pasangkayu

23 February 2026 - 09:27 WIT

Hari ke-12 TMMD, Renovasi Rumah Nurmala Capai 52 Persen

23 February 2026 - 00:49 WIT

Trending on Daerah