Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Sambut HUT ke-22 Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Akses Pangan Terjangkau melalui GPM Serentak Bupati Polman Sampaikan Klarifikasi Data Fiskal dan Siapkan Songkronisasi Dokumen APBD Gubernur SDK Dampingi Menag RI Letakkan Batu Pertama Asrama As’adiyah Mamuju, Diproyeksikan Jadi Pesantren Percontohan Sulbar Menag Nasaruddin Umar Bawakan Hikmah Maulid di Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Berharap Doa Bawa Kesejahteraan Sulbar Fun Run 2026 Semarakkan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulbar Gubernur Sulbar Sambut Kehadiran Menteri Agama RI pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Daerah

Miris Bayi di Luyo Terpaksa Minum Susu Campur Air Sumur Keruh

badge-check


					Miris Bayi di Luyo Terpaksa Minum Susu Campur Air Sumur Keruh Perbesar

POLEWALI MANDAR — Kisah memilukan datang dari Dusun Lammisiang, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Seorang bayi bernama Annisa, yang baru berusia tiga bulan (3), terpaksa meminum susu yang dicampur air sumur keruh akibat keterbatasan ekonomi dan minimnya akses air bersih, Sabtu (17/01/2026).

Kondisi Annisa semakin memprihatinkan setelah sang ibu meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, ia dirawat sepenuhnya oleh neneknya yang biasa di panggil Mama Bahar, sementara ayahnya bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan tidak menentu.

Example 728x250

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini kesulitan memenuhi kebutuhan gizi dan air layak konsumsi bagi sang bayi.

Sang nenek mengaku tidak memiliki alternatif lain selain menggunakan air sumur yang tampak keruh untuk membuat susu cucunya.

“Air ini saja yang ada. Saya kasihan, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan rasa cemas yang terus menghantuinya setiap kali melihat kondisi Annisa. “Saya takut Annisa sakit. Dia masih kecil sekali,” tuturnya sambil menahan tangis.

Dengan suara lirih, ia berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak dermawan untuk meringankan beban mereka.

“Kalau bisa, ada yang bantu kami. Saya cuma ingin Annisa sehat. Saya takut cucu saya sakit karena airnya keruh,” tambahnya.

Salah satu dermawan yang mengetahui kondisi ini, Risma, mengaku pertama kali mendapat laporan dari warga sekitar dan langsung meneruskan informasi tersebut ke aparat desa. Namun, upayanya tak membuahkan hasil.

“Saya sudah sampaikan ke aparat desa bahwa ada warga dalam kondisi sangat memprihatinkan, apalagi ini menyangkut bayi. Tapi sampai sekarang tidak ada respon sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, upaya untuk mengonfirmasi Kepala Desa Baru terkait laporan dan kondisi warganya belum membuahkan hasil. Hingga berita ini terbit, Kepala Desa belum dapat dihubungi.

Facebook Comments Box

Read More

Sambut HUT ke-22 Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Akses Pangan Terjangkau melalui GPM Serentak

21 September 2026 - 18:57 WIT

Bupati Polman Sampaikan Klarifikasi Data Fiskal dan Siapkan Songkronisasi Dokumen APBD

21 September 2026 - 18:26 WIT

Gubernur SDK Dampingi Menag RI Letakkan Batu Pertama Asrama As’adiyah Mamuju, Diproyeksikan Jadi Pesantren Percontohan Sulbar

21 September 2026 - 14:24 WIT

Menag Nasaruddin Umar Bawakan Hikmah Maulid di Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Berharap Doa Bawa Kesejahteraan

21 September 2026 - 14:22 WIT

Sulbar Fun Run 2026 Semarakkan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulbar

21 September 2026 - 14:19 WIT

Trending on Advertorial