Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

Daerah

Kisah Nur Azizah, Siswi SD yang Selalu Membawa Menu MBG untuk Keluarganya

badge-check


					Kisah Nur Azizah, Siswi SD yang Selalu Membawa Menu MBG untuk Keluarganya Perbesar

SUARAMANDAR.COM, POLMAN — Di tengah gencarnya pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah, muncul kisah mengharukan dari seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jum’at 31 Oktober 2025.

Adalah Nur Azizah, siswi kelas satu SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali. Setiap hari, saat teman-temannya menikmati hidangan MBG di sekolah, Nur Azizah justru menahan lapar. Ia memilih untuk membungkus makanan tersebut dan membawanya pulang, agar bisa disantap bersama ibu dan adiknya di rumah.

Sehari-hari, keluarga kecil Nur Azizah hidup dalam serba kekurangan. Mereka menumpang di rumah kosong milik warga setelah gubuk yang mereka tempati sebelumnya ambruk beberapa tahun lalu.

Ibunya, Ratna, yang menderita penyakit diabetes, berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup dengan membuat sapu lidi dari daun kelapa. Sapu itu dijual dengan harga Rp2.000 per buah. Namun dalam sehari, rata-rata hanya sepuluh sapu yang laku terjual — cukup untuk membeli sedikit beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara sang ayah telah lama pergi meninggalkan mereka dan menikah lagi di luar daerah. Sejak saat itu, Nur Azizah menjadi tumpuan harapan ibunya.

“Saya kasihan sama mama. Makanya makanan dari sekolah saya bawa pulang, biar bisa makan sama-sama,” ujar Nur Azizah lirih.

Kisah ketulusan Nur Azizah membuat para guru di sekolahnya terenyuh. Setiap hari, makanan MBG milik Azizah selalu dibungkuskan oleh guru untuk dibawa pulang. Bahkan, jika ada siswa yang tidak hadir, makanan lebih itu sering diberikan kepada Nur Azizah.

“Kami merasa iba melihat kondisi keluarganya. Jadi kami bantu sebisanya,” ungkap Muhajar, Kepala SDN 021 Bunga-Bunga.

Selain Nur Azizah, ada empat siswa lain dari keluarga miskin yang juga mendapat perhatian serupa dari pihak sekolah.

Di rumah, makanan yang dibawa dari sekolah sering kali menjadi santapan utama untuk makan siang hingga makan malam bagi mereka bertiga. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Nur Azizah untuk bersekolah tak pernah padam. Ia bercita-cita menjadi seorang dokter agar bisa membantu orang lain, terutama ibunya.

Di balik kesederhanaan dan penderitaan hidupnya, Nur Azizah mengajarkan arti ketulusan, cinta keluarga, dan kekuatan doa. Dari tangan mungilnya yang menggenggam sebungkus nasi, tersimpan pesan besar tentang kasih sayang dan pengorbanan di tengah kemiskinan.(JK).

 

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene

25 August 2026 - 21:21 WIT

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Trending on Advertorial