Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Daerah

Kisah Nur Azizah, Siswi SD yang Selalu Membawa Menu MBG untuk Keluarganya

badge-check


					Kisah Nur Azizah, Siswi SD yang Selalu Membawa Menu MBG untuk Keluarganya Perbesar

SUARAMANDAR.COM, POLMAN — Di tengah gencarnya pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah, muncul kisah mengharukan dari seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jum’at 31 Oktober 2025.

Adalah Nur Azizah, siswi kelas satu SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali. Setiap hari, saat teman-temannya menikmati hidangan MBG di sekolah, Nur Azizah justru menahan lapar. Ia memilih untuk membungkus makanan tersebut dan membawanya pulang, agar bisa disantap bersama ibu dan adiknya di rumah.

Example 728x250

Sehari-hari, keluarga kecil Nur Azizah hidup dalam serba kekurangan. Mereka menumpang di rumah kosong milik warga setelah gubuk yang mereka tempati sebelumnya ambruk beberapa tahun lalu.

Ibunya, Ratna, yang menderita penyakit diabetes, berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup dengan membuat sapu lidi dari daun kelapa. Sapu itu dijual dengan harga Rp2.000 per buah. Namun dalam sehari, rata-rata hanya sepuluh sapu yang laku terjual — cukup untuk membeli sedikit beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara sang ayah telah lama pergi meninggalkan mereka dan menikah lagi di luar daerah. Sejak saat itu, Nur Azizah menjadi tumpuan harapan ibunya.

“Saya kasihan sama mama. Makanya makanan dari sekolah saya bawa pulang, biar bisa makan sama-sama,” ujar Nur Azizah lirih.

Kisah ketulusan Nur Azizah membuat para guru di sekolahnya terenyuh. Setiap hari, makanan MBG milik Azizah selalu dibungkuskan oleh guru untuk dibawa pulang. Bahkan, jika ada siswa yang tidak hadir, makanan lebih itu sering diberikan kepada Nur Azizah.

“Kami merasa iba melihat kondisi keluarganya. Jadi kami bantu sebisanya,” ungkap Muhajar, Kepala SDN 021 Bunga-Bunga.

Selain Nur Azizah, ada empat siswa lain dari keluarga miskin yang juga mendapat perhatian serupa dari pihak sekolah.

Di rumah, makanan yang dibawa dari sekolah sering kali menjadi santapan utama untuk makan siang hingga makan malam bagi mereka bertiga. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Nur Azizah untuk bersekolah tak pernah padam. Ia bercita-cita menjadi seorang dokter agar bisa membantu orang lain, terutama ibunya.

Di balik kesederhanaan dan penderitaan hidupnya, Nur Azizah mengajarkan arti ketulusan, cinta keluarga, dan kekuatan doa. Dari tangan mungilnya yang menggenggam sebungkus nasi, tersimpan pesan besar tentang kasih sayang dan pengorbanan di tengah kemiskinan.(JK).

 

Facebook Comments Box

Read More

Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe

10 October 2026 - 11:21 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

10 October 2026 - 09:18 WIT

Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat

10 October 2026 - 09:15 WIT

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Trending on Advertorial