Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Lewat Hearing Dialog, Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Gaungkan Semangat Persatuan dari Piala Dunia Bangunan Sekolah Rakyat di Polman Capai 75 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2026 Resmob dan URC Polresta Mamuju Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Kosong Akselerasi Ekonomi Syariah Sulbar 2026: Sekprov Junda Tekankan Halal Lifestyle dan Keuangan Keluarga Hadiri Dzikir Bersama Polda Sulbar, Junda Maulana Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan Diri Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar

Advertorial

Bupati Polman Warning CPNS: Jadilah Aset, Bukan Beban Daerah

badge-check


					Bupati Polman Warning CPNS: Jadilah Aset, Bukan Beban Daerah Perbesar

POLEWALI MANDAR –Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XIV, XV, dan XVI di Auditorium BBPK-APDN IV Makassar, Senin (4/5/2026).

Bupati menyampaikan pesan bernuansa tegas kepada 120 peserta Latsar. Ia menekankan bahwa menjadi aparatur negara bukan sekadar menjalani proses pembelajaran formal, melainkan memahami esensi pengabdian kepada masyarakat.

“Saudara bukan lagi sekadar individu, tetapi bagian dari sistem pemerintahan yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah berinvestasi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jumlah ASN dan tenaga pemerintah kini mencapai lebih dari 11 ribu orang. Namun, di balik angka tersebut, terdapat tantangan serius terkait kapasitas fiskal daerah.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, belanja pegawai harus ditekan maksimal 30 persen dari APBD pada 2027. Kondisi ini, kata Bupati, menuntut hadirnya birokrasi yang benar-benar produktif.

“Ke depan, tidak ada tempat bagi ASN yang hanya bekerja rutinitas tanpa hasil. Setiap ASN harus menjadi aset, bukan beban,” tegasnya.

Sebagai langkah menjaga stabilitas fiskal, Pemkab Polman juga memberlakukan moratorium penerimaan ASN pindahan dari luar daerah. Sebaliknya, pemerintah daerah memberi ruang bagi ASN yang ingin pindah keluar Polman. Kebijakan ini dinilai penting untuk menciptakan komposisi aparatur yang sehat dan berkualitas.

Bupati juga menyoroti potensi besar Polewali Mandar dalam sektor pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata. Menurutnya, persoalan utama bukan pada minimnya potensi, tetapi bagaimana potensi itu dikelola secara efektif.

“Masalah kita bukan kekurangan potensi, tetapi bagaimana mengelolanya dengan baik. Di sinilah peran saudara menjadi sangat penting,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam administrasi publik modern, keberhasilan pemerintahan tidak lagi diukur dari besarnya struktur organisasi, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta Latsar untuk membangun karakter sebagai ASN yang solutif dan berorientasi perubahan.

“Jadilah ASN yang ketika hadir membawa solusi, dan ketika bekerja meninggalkan jejak perubahan,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati berharap peserta Latsar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen tinggi, sejalan dengan visi daerah mewujudkan Polewali Mandar yang sehat, cerdas, maju, serta berlandaskan nilai agama, budaya, dan lingkungan.

Facebook Comments Box

Read More

Lewat Hearing Dialog, Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Gaungkan Semangat Persatuan dari Piala Dunia

27 June 2026 - 22:00 WIT

Bangunan Sekolah Rakyat di Polman Capai 75 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2026

27 June 2026 - 18:41 WIT

Resmob dan URC Polresta Mamuju Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Kosong

25 June 2026 - 22:34 WIT

Akselerasi Ekonomi Syariah Sulbar 2026: Sekprov Junda Tekankan Halal Lifestyle dan Keuangan Keluarga

25 June 2026 - 20:53 WIT

Hadiri Dzikir Bersama Polda Sulbar, Junda Maulana Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan Diri

25 June 2026 - 20:51 WIT

Trending on Advertorial