POLEWALI MANDAR,– Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, selama beberapa hari terakhir. Fenomena ini mulai memicu keluhan luas dari masyarakat karena dinilai mengganggu aktivitas harian hingga kelancaran distribusi logistik daerah.
Dari pantauan di lapangan, deretan kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga lebih dari satu kilometer. Antrean tersebut didominasi oleh sepeda motor dan truk ekspedisi serta pengangkut material.
Kondisi sulitnya mendapatkan BBM jenis subsidi sebenarnya telah dirasakan warga dalam beberapa bulan terakhir. Namun, situasi kian diperparah dalam beberapa hari terakhir akibat menghilangnya pasokan BBM di tingkat pengecer atau eceran kios.
Tak sedikit warga yang rela mengantre hingga berjam-jam. Bahkan, beberapa pengendara kerap gigit jari karena pasokan di SPBU keburu habis sebelum giliran mereka sampai. Sebagian warga bahkan memilih menginapkan kendaraannya di area SPBU demi mendapatkan nomor antrean untuk pengisian hari berikutnya.
Mereka harus menunggu hingga 6 jam sejak subuh demi mendapatkan BBM agar bisa kembali bekerja.
Selain masalah pasokan, durasi antrean yang lama juga dipicu oleh oknum pengendara yang membawa lebih dari satu kendaraan atau melakukan pembelian berulang. Ia berharap pemerintah segera membenahi sistem distribusi di lapangan.
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Polman Samsul Mahmud menyatakan bahwa permasalahan antrean BBM ini tidak hanya terjadi di Polman, melainkan menjadi isu yang dialami sejumlah daerah lain. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Polman bergerak cepat dengan menggelar koordinasi lintas sektor.
“Hari ini kami menggelar rapat bersama dinas terkait, pihak kepolisian, serta pengelola SPBU. Kita ingin duduk bersama mencari solusi terbaik yang sesuai dengan kewenangan kita di daerah,” kata Samsul.
Samsul menegaskan, penanganan di lapangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan penyalur BBM agar distribusi berjalan lebih tertib serta tepat sasaran. Sebagai langkah awal, ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak memicu kepanikan (*panic buying*).
“Langkah jangka pendek, kami mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Melalui rapat evaluasi ini, kami berharap dapat melahirkan solusi konkret untuk mengurai antrean di seluruh SPBU,” pungkasnya.

"








