Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

Advertorial

Soroti Kedisiplinan ASN, Junda Maulana Beberkan PR Sulbar: Kemiskinan 10,18%, IPM di Bawah Nasional, Stunting hingga Infrastruktur

badge-check


					Soroti Kedisiplinan ASN, Junda Maulana Beberkan PR Sulbar: Kemiskinan 10,18%, IPM di Bawah Nasional, Stunting hingga Infrastruktur Perbesar

Mamuju – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana mengingatkan peran penting dalam membangun Sulawesi Barat kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) dalam apel virtual lingkup Pemprov Sulbar, Senin (7/9/2026).

Selain menyoroti soal kedisiplinan pegawai, Junda Maulana juga meminta para pimpinan perangkat daerah memberi contoh kepada bawahannya. Ia menyebut Sulbar masih menghadapi berbagai pekerjaan rumah, mulai dari kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), pendidikan, kesehatan, stunting, hingga infrastruktur.

Example 728x250

Tingkat kemiskinan Sulbar yang disebut masih berada di angka 10,18 persen menjadi salah satu pekerjaan yang harus ditangani.

“Sulawesi Barat ini baru berkembang. Kita mengejar kemiskinan kita bisa satu digit. Yang saat ini 10,18 persen masih sangat besar kemiskinan kita. Harus kita turunkan,” katanya.

Junda Maulana juga menyoroti IPM Sulbar yang masih berada di bawah angka nasional. Selain itu, persoalan anak tidak bersekolah, kesehatan ibu dan bayi, stunting, serta pembangunan infrastruktur masih menjadi tantangan. Ia menilai seluruh persoalan tersebut membutuhkan kerja aparatur yang disiplin dan berorientasi pada hasil.

“Semua itu bisa kalau kita disiplin. Disiplin waktu, disiplin kerja kita, disiplin anggaran,” ujarnya.

Ia meminta ASN tidak mencari kambing hitam ketika target pembangunan tidak tercapai pada akhir tahun.

Junda menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah memiliki tanggung jawab terhadap pencapaian target pembangunan, bukan hanya Gubernur Sulbar sebagai pimpinan daerah.

“Kita semua para aparatur negara yang dibiayai oleh negara punya tanggung jawab bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Junda juga mengingatkan jajaran Pemprov Sulbar mengenai rangkaian peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22 pada September 2026.

Seluruh ASN di lingkungan kantor Pemprov Sulbar maupun unit pelaksana teknis daerah (UPTD) diminta ikut memeriahkan rangkaian kegiatan.

Pada puncak peringatan 22 September, pejabat yang diwajibkan hadir langsung di lapangan akan mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat. Sementara staf lainnya mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing sesuai pengaturan yang ditetapkan.

Ia juga meminta setiap perangkat daerah membuat kegiatan sederhana untuk memeriahkan hari jadi, sehingga momentum tersebut tidak hanya dirasakan oleh pejabat, tetapi seluruh jajaran pemerintahan.

Dibulan September ini, Junda juga meminta seluruh OPD segera mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Menurut dia, waktu pelaksanaan APBD 2026 tersisa sekitar empat bulan. Karena itu, pekerjaan tidak boleh ditunda hingga mendekati akhir tahun.

Ia juga meminta OPD segera menyiapkan data dukung untuk berbagai indikator kinerja yang dinilai pemerintah pusat, termasuk Monitoring Center for Prevention (MCP) bagi OPD terkait serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Lebih cepat, lebih baik. Jangan tunggu akhir masa waktunya,” pesannya.

Junda mengatakan capaian indikator pemerintah pusat penting karena dapat memengaruhi perhatian dan dukungan pemerintah pusat kepada Sulbar, baik dalam bentuk program, kegiatan maupun anggaran.

“Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, kekuatan kepada kita untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan amanah, urusan kita masing-masing, untuk satu tujuan kita, yaitu bagaimana menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” pungkasnya, yang menjadi visi Gubernur Suhardi Duka bersama Almarhum Salim S Mengga .

Ia menutup arahannya dengan kembali mengingatkan seluruh ASN bahwa disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap masyarakat. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle

14 October 2026 - 23:46 WIT

Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III

14 October 2026 - 23:38 WIT

Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak

14 October 2026 - 19:59 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

10 October 2026 - 09:18 WIT

Trending on Advertorial