Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat Sekprov Junda Maulana Buka Pelatihan, Sulbar Bersiap Terapkan Katalog Versi 6

Advertorial

Anggaran Minim, Wagub Sulbar: Program Penanganan Stunting dan Kemiskinan Diprioritaskan

badge-check


					Anggaran Minim, Wagub Sulbar: Program Penanganan Stunting dan Kemiskinan Diprioritaskan Perbesar

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan perampingan terhadap sejumlah program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Hal ini dibahas dalam rapat bersama Tim Penanganan Stunting Dan Kemiskinan Secara Terpadu (Pastipadu) yang dipimpin Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga.

Rapat digelar di ruang rapat Wakil Gubernur Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi, Rabu 19 November 2025.

Pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka ini mengatakan, kondisi keterbatasan anggaran saat ini membuat pemerintah harus lebih jeli menentukan program prioritas. Karena itu sasaran program kembali dievaluasi satu per satu, agar program yang dijalankan benar-benar berdampak kepada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Maka sasaran ini kita evaluasi untuk kita fokus pada sasaran-sasaran yang paling berpengaruh untuk menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana menambahkan, kondisi keuangan saat ini membuat semua program tidak mungkin dijalankan sekaligus.

Karena itu, pemerintah harus memetakan kembali mana yang paling berdampak besar dan paling berpotensi untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Karena kalau semua kita kerja dengan kondisi fiskal ini tidak mungkin, sehingga dilakukan evaluasi,” katanya.

Pada rapat tersebut, ia meminta kepada tim untuk bergerak cepat untuk segera dibahas lagi bersama instansi terkait.

“Saya minta kepada tim lakukan evaluasi satu dua hari, kemudian laporkan kepada saya mana program yang dianggap penting dan prioritas itu, namun tidak tertuang dalam RAPBD atau tidak tertuang dalam Renja OPD, panggil OPD nya kita diskusikan kembali seperti itu tadi penekanannya,” jelasnya

Menurut Junda, langkah evaluasi cepat ini diperlukan agar implementasi program berjalan lebih tepat sasaran.

“Jadi tadi ini lebih kepada implementasinya agar lebih cepat tepat sasaran,” tutupnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

20 August 2026 - 07:25 WIT

Trending on Advertorial