SUARAMANDAR.COM, POLEWALI MANDAR – Suasana penuh berkah dan kekhusyukan menyelimuti peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Zikir Sahabat Religi Campalagian, Rabu (15/10/2025). Ratusan jamaah memadati lokasi acara yang berlangsung di Alun-alun Tomadio, kecamatan Campalagian, kabupaten Polewali Mandar,dengan rasa hidmat, penuh cahaya, dan lantunan shalawat yang menggema sepanjang malam.
Kegiatan religius ini menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta mempererat tali silaturahmi antarsesama.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan maulid dan zikir bersama, dilanjutkan tausiah atau hikmah Maulid yang dibawakan oleh H. Andi M. Ridwan Tahir, Lc., M.A., pimpinan Pondok Pesantren Khalwatiyah Manahilul Irfan. Dalam suasana haru dan penuh khusyuk, lantunan shalawat terus berkumandang, menghadirkan ketenangan spiritual bagi para jamaah.
Ketua Panitia Maulid Abd. Rahman Said S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud cinta umat kepada Rasulullah SAW.
“Kami ingin menghadirkan suasana zikir, shalawat, dan tausiah yang mampu menggetarkan hati agar semakin tumbuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Ia menegaskan, Maulid bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan sarana mempererat silaturahmi dan mengingatkan setiap insan untuk merenungi perjalanan hidup.
“Semakin bertambah usia, semakin besar pula kebutuhan kita akan bimbingan dan petunjuk agar senantiasa dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tambahnya.
Dalam hikmah Maulid yang disampaikan, H. Andi M. Ridwan Tahir memberikan pesan mendalam kepada jamaah tentang pentingnya berhati-hati dalam menyebarkan informasi di era digital.
“Hari ini saya ingin mengingatkan tentang satu hal penting: bahaya menyebarkan kabar yang tidak jelas dan dampak buruknya bagi diri sendiri dan masyarakat,” tuturnya dengan nada lembut namun tegas.
Ia menekankan bahwa menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya dapat menimbulkan fitnah, kebencian, bahkan perpecahan.
“Iman seseorang tercermin dari perkataan dan perbuatannya. Bila kita mudah menyebarkan berita tanpa cek fakta, berarti kita ikut menebar keburukan — entah itu fitnah, gosip, atau berita yang menimbulkan kebencian,” jelasnya.
Menutup tausiah, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Gunakan lisan dan jari kita hanya untuk menyebarkan kebaikan. Dari sanalah cermin keimanan kita tampak,” pesannya yang langsung disambut lantunan shalawat dari para jamaah, menutup malam penuh keberkahan itu.

"










