Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Suhardi Duka Apresiasi Loyalitas Karyawan pada HUT ke-14 RS Mitra Manakarra UPTD TBM Sulbar angkat kekayaan musik tradisi lewat Mandar Ethno Music Concert Sekda Junda Maulana: Pergub Pastipadu Jadi Pegangan agar Program Tak Berjalan Parsial Sekda Sulbar Pimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program BSPS, 5.250 Unit Rumah Siap Disalurkan Sulbar Jadi Tuan Rumah Liga Sepak Takraw Regional Sulawesi, SDK Dorong Kebangkitan Prestasi Sekda Junda di Pawai Ta’aruf Mamuju: Hijrah dari Kelalaian ke Ketaatan, dari Saling Menyalahkan ke Saling Menguatkan

Advertorial

Gubernur Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat

badge-check


					Gubernur Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat Perbesar

Jakarta – Pemerintah pusat tengah mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang saat ini menjadi incaran dunia karena dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik.

BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), rencananya akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju.

Pada Rabu, 14 Mei 2026 kamarin, bertempat di Sekretariat BIM Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka di undang rapat bersama dengan Badan Industri Mineral (BIM) dan PT Perminas.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, yang turut mendampingi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dalam rapat itu menekankan agar rencana tata kelola LTJ di Sulbar tetap mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta kesejahteraan warga, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengelolaan.

“Pak Gubernur ingin memastikan bahwa rencana tata kelola LTJ nanti harus mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Sulbar secara umum, khususnya kepentingan masyarakat sekitar wilayah yang dikelola,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, proyek hilirisasi tersebut juga harus sejalan dengan tujuan strategis pembangunan Sulawesi Barat. Pemerintah Provinsi Sulbar menegaskan bahwa pengembangan industri LTJ wajib memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu, hilirisasi logam tanah jarang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ketika kita berbicara tentang LTJ di Sulbar, maka kita harus berbicara tentang kepentingan nasional dan kepentingan Sulbar,” kata Bujaeramy.

Potensi logam tanah jarang di Sulawesi Barat dinilai memiliki nilai strategis tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku industri teknologi modern dan energi terbarukan.

Karena itu, Pemprov Sulbar mendorong agar pengelolaan sumber daya tersebut dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat daerah. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Suhardi Duka Apresiasi Loyalitas Karyawan pada HUT ke-14 RS Mitra Manakarra

10 July 2026 - 00:59 WIT

UPTD TBM Sulbar angkat kekayaan musik tradisi lewat Mandar Ethno Music Concert

10 July 2026 - 00:46 WIT

Sekda Junda Maulana: Pergub Pastipadu Jadi Pegangan agar Program Tak Berjalan Parsial

8 July 2026 - 13:53 WIT

Sekda Sulbar Pimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program BSPS, 5.250 Unit Rumah Siap Disalurkan

8 July 2026 - 13:51 WIT

Sulbar Jadi Tuan Rumah Liga Sepak Takraw Regional Sulawesi, SDK Dorong Kebangkitan Prestasi

8 July 2026 - 13:48 WIT

Trending on Advertorial