Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Festival Seni Boyang Kayyang Hidupkan Ruang Publik, Kolaborasi Seni dan UMKM Perkuat IPK Sulbar BRIN dan Pemprov Sulbar Sepakat Perkuat Sinergi, MoU Jadi Tahap Selanjutnya Bupati Polman Perjuangkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Kawasan Tertinggal Melalui Forum Strategis KPPD Kemendagri Langkah Nyata SDK untuk Nelayan: Tambak Rakyat 400 Ha Direvitalisasi, 50 Desa Pedalaman Dapat Tambak Air Tawar Kejar Centang Biru Medsos OPD, Diskominfo Sulbar Jemput Bola ke Komdigi Gubernur Sulbar Audiensi dengan Menteri UMKM, Dorong Revitalisasi PLUT dan Penguatan UMKM Daerah

Advertorial

Junda Maulana: Sistem Whistleblowing Kunci Cegah Korupsi di Sulbar

badge-check


					Junda Maulana: Sistem Whistleblowing Kunci Cegah Korupsi di Sulbar Perbesar

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, melalui Zoom Meeting, Rabu (15/4/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Inspektorat, Kepala Biro Hukum, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Selain membahas draf perjanjian kerja sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perpanjangan kerja sama antara Pemprov Sulbar dan KPK, khususnya dalam penguatan sistem pengaduan masyarakat.

Junda Maulana menjelaskan, kerja sama ini berkaitan erat dengan penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi melalui sistem whistleblowing atau yang dikenal sebagai whistleblower system (WBS).

“Ini sudah periode kedua. Sebelumnya juga sudah kita jalankan, dan Sulawesi Barat termasuk salah satu provinsi yang ditunjuk sebagai pilot project,” ujar Junda.

Ia menambahkan, hasil evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya menunjukkan capaian yang cukup baik. Karena itu, kerja sama ini kembali diperpanjang sebagai bentuk penguatan sinergi dalam penanganan pengaduan.

Menurutnya, Pemprov Sulbar didorong untuk terus menunjukkan komitmen aktif, termasuk menyusun program-program pengaduan, serta memaksimalkan penggunaan aplikasi yang telah disiapkan dalam sistem WBS.

“Intinya, bagaimana kita bisa menangani setiap pengaduan dengan baik. Ada yang diselesaikan melalui APIP, ada yang masuk ranah APH, dan ada juga yang ditangani langsung oleh KPK,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kerja sama ini menjadi salah satu upaya kita untuk memastikan setiap laporan penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana korupsi dapat ditangani secara tepat,” tutupnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Festival Seni Boyang Kayyang Hidupkan Ruang Publik, Kolaborasi Seni dan UMKM Perkuat IPK Sulbar

25 July 2026 - 21:55 WIT

BRIN dan Pemprov Sulbar Sepakat Perkuat Sinergi, MoU Jadi Tahap Selanjutnya

25 July 2026 - 10:56 WIT

Bupati Polman Perjuangkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Kawasan Tertinggal Melalui Forum Strategis KPPD Kemendagri

24 July 2026 - 08:13 WIT

Langkah Nyata SDK untuk Nelayan: Tambak Rakyat 400 Ha Direvitalisasi, 50 Desa Pedalaman Dapat Tambak Air Tawar

23 July 2026 - 18:49 WIT

Kejar Centang Biru Medsos OPD, Diskominfo Sulbar Jemput Bola ke Komdigi

22 July 2026 - 23:48 WIT

Trending on Advertorial