POLEWALI MANDAR — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa memenuhi mesjid Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Ahad (4/1/2026), saat ratusan wali santri dan santriwati berkumpul dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar sekaligus penerimaan rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Minggu (04/01/2026).
Acara yang digelar setiap awal tahun ini menjadi momentum penting bagi pihak pesantren untuk mempererat hubungan dengan para orang tua, sembari menyampaikan perkembangan pendidikan dan pembinaan santri selama satu semester terakhir.
Di bawah balutan dekorasi sederhana namun khidmat, lima (5) figur pengasuh dan tokoh pesantren terpampang pada backdrop utama, menggambarkan kesinambungan nilai-nilai pendidikan Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani.
Para wali santri terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sambutan pengasuh, pemaparan capaian akademik, hingga penyerahan rapor langsung kepada orang tua.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait perkembangan santri, termasuk penguatan karakter, kedisiplinan, serta kegiatan keagamaan yang menjadi ciri khas pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani Fachri Tajuddin Mahdi, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi semacam ini bukan hanya rutinitas, melainkan ruang strategis yang membawa banyak manfaat bagi kedua pihak.
“Kegiatan di pondok kami skalanya besar dan patut mendapat dukungan. Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk banyak mendengarkan masukan dari para orang tua,” ujarnya.
Ia menambahkan, silaturahmi tahunan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem pendidikan pesantren, termasuk transparansi dalam berbagai aspek penyelenggaraan.
“Pertemuan wali santri selalu saya gunakan untuk menyampaikan perkembangan pesantren, terutama menyangkut persoalan dana dan kebutuhan pembinaan. Harapan kami, ketika anak-anak santri keluar dari pondok, akhlaknya baik dan pelajaran hidup yang mereka dapatkan benar-benar melekat,” tuturnya.
Selain itu, Pimpinan pondok menambahkan bahwa terbitnya IJOP menjadi kabar baik bagi seluruh santri.
“Ini kabar gembira karena beberapa wali santri mempertanyakan hasil program SBM. Dengan terbitnya IJOP, alhamdulillah semuanya aman. Bahkan tahun 2028 nanti, IJOP untuk SBM kuliahnya juga akan berulang,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, pimpinan pesantren turut menyinggung kalender kegiatan tahunan pondok, termasuk keputusan terkait perayaan Idul Adha.
“Terkait Idul Adha tahun ini, kami memutuskan santri akan merayakannya di pondok. Kami mohon pengertian karena waktu Idul Adha bertepatan dengan masa ujian, sehingga tidak bisa diganggu,” tegasnya.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan doa bersama, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan eratnya hubungan keluarga besar Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani.
Dengan penyelenggaraan yang rapi dan penuh makna, kegiatan ini kembali menegaskan komitmen pesantren dalam menjaga komunikasi, transparansi, dan keharmonisan bersama para wali santri.

"










