MAMUJU — Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, resmi menutup puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat provinsi yang berlangsung di pelataran Rumah Adat Mamuju, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) penyandang disabilitas se-Sulawesi Barat.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Membina masyarakat yang inklusif disabilitas untuk memajukan kemajuan sosial”, yang menekankan pentingnya menciptakan ruang sosial yang setara bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Dalam sambutannya, Wagub menegaskan bahwa tema tersebut bukan hanya slogan, tetapi seruan bagi pemerintah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak lebih cepat dalam membangun lingkungan yang inklusif. Ia mengingatkan bahwa Hari Disabilitas Internasional yang ditetapkan PBB sejak 1992 memiliki akar sejarah panjang tentang perjuangan kesetaraan dan hak asasi manusia.
“Penetapan hari ini bukan untuk memperingati keterbatasan, tetapi perjuangan panjang penyandang disabilitas dalam memperjuangkan martabat dan hak-haknya,” ujar Salim.
Ia menjelaskan, konvensi internasional menempatkan disabilitas sebagai isu hak asasi manusia, bukan semata persoalan medis. Fokus pembangunan, kata dia, harus bergeser dari upaya mengobati individu menjadi menghilangkan hambatan lingkungan dan sosial.
Wagub juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif sebagai kunci memutus mata rantai diskriminasi. “Kita harus memastikan tidak ada satu pun anak di Sulawesi Barat yang putus sekolah karena hambatan disabilitas,” tegasnya.
Menurut dia, kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus harus terus ditingkatkan, baik melalui ketersediaan guru kompeten maupun kurikulum yang adaptif. Ia mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk menjadikan peringatan HDI sebagai momentum refleksi.
“Mari kita hapuskan berbagai hambatan, baik fisik maupun sikap dan prasangka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Salim menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan objek pembangunan, melainkan subjek dan mitra kunci yang harus terlibat dalam seluruh aspek kehidupan. Ia berharap peringatan HDI tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu menumbuhkan energi baru untuk membangun Sulawesi Barat yang setara, mandiri, dan bermartabat.
Ketua panitia pelaksana, Yusran, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran publik, mempererat silaturahmi pengurus SLB se-Sulawesi Barat, serta mendorong implementasi layanan dan lingkungan yang lebih inklusif.
Rangkaian acara penutupan HDI turut diisi dengan penyerahan hadiah juara umum yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, serta dimeriahkan berbagai lomba gebyar disabilitas seperti nyanyi solo, karya tulis, fashion show, daur ulang, hingga pertunjukan seni.

"










