Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi 232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

Daerah

UPTD Taman Budaya Sulbar Gelar Pekan Sastra 2026, Cetak Generasi Sastrawan Muda

badge-check


					0-3840x2160-0-0-{}-0-24# Perbesar

0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

POLEWALI MANDAR – UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat kembali menghadirkan ruang kreativitas bagi pegiat literasi melalui Pekan Sastra 2026 yang digelar di Boyang Kayyang, Buttu Ciping, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (16/7/2026).

Pembukaan Pekan Sastra 2026 ditandai dengan pemukulan gendang (ganrang) sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Prosesi tersebut sebagai penanda semangat pelestarian budaya yang berpadu dengan pengembangan sastra di Sulawesi Barat.

Example 728x250

Kegiatan tahunan ini dikemas dalam bentuk kompetisi lomba cipta puisi dan teater monolog yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat. Pada pembukaan acara, panitia juga menampilkan tiga finalis lomba cipta puisi dan tiga finalis teater monolog yang mendapat apresiasi meriah dari para tamu undangan.

Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat, Irma Trisnawati, mengatakan Pekan Sastra menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk melahirkan generasi muda yang kreatif dan produktif di bidang sastra.

“Tahun ini kami menggelar lomba cipta puisi dan monolog. Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan 43 peserta mengikuti lomba cipta puisi dan 22 peserta mengikuti lomba monolog,” ujarnya.

Menurut Irma, Pekan Sastra bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan, mengasah kemampuan literasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah.

Ia juga menegaskan proses penjurian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang kompeten dan independen. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi karena penilaian sepenuhnya didasarkan pada kualitas karya dan penampilan.

“Kami telah menyiapkan juri yang profesional dan independen. Penilaian dilakukan secara objektif tanpa intervensi sehingga peserta tidak perlu khawatir karena yang dinilai adalah kualitas karya dan penampilannya,” katanya.

Melalui Pekan Sastra 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap semakin banyak lahir sastrawan dan seniman muda yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem literasi dan seni pertunjukan di daerah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UPTD Taman Budaya dan Museum dalam mendorong pelestarian, pengembangan, dan pemajuan sastra serta seni pertunjukan sebagai identitas budaya Sulawesi Barat.

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

9 October 2026 - 09:13 WIT

Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita

9 October 2026 - 06:03 WIT

HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi

8 October 2026 - 21:17 WIT

232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin

8 October 2026 - 10:12 WIT

Trending on Advertorial