POLEWALI MANDAR – Suardi, calon Kepala Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, membawa bekal pendidikan, pengalaman organisasi, dan keterlibatan dalam lembaga kemasyarakatan desa untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa 30 November 2026 mendatang.
Pria berusia 46 tahun ini merupakan lulusan sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP) . Ia aktif di berbagai bidang keorganisasian, termasuk dalam lembaga kemasyarakatan desa yang menjadi salah satu ruang untuk mengenal dinamika sosial serta kebutuhan masyarakat.
Pengalaman berorganisasi tersebut turut memperluas jaringan komunikasi Suardi dengan berbagai kalangan. Selain itu, ia dikenal memiliki pemahaman mengenai regulasi pemerintahan desa, termasuk Undang-Undang Desa.
Pemahaman terhadap regulasi dan tata kelola pemerintahan desa menjadi salah satu bekal yang dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta pelaksanaan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pencalonannya, Suardi mengusung visi “Lagi-Agi Lebih Baik”, dengan penekanan pada pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan terbuka.
Salah satu fokus yang ditawarkan adalah melaksanakan pembangunan yang merata, transparan, dan berkelanjutan. Melalui arah pembangunan tersebut, setiap wilayah dan lapisan masyarakat diharapkan mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan prioritas desa.
Di sektor ekonomi, Suardi menaruh perhatian pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, peternakan, serta berbagai usaha produktif lainnya.
Ia juga memasukkan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan warga desa.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, peningkatan kualitas SDM menjadi bagian dari visi yang ditawarkan Suardi. Peningkatan kapasitas masyarakat dinilai penting agar warga memiliki kemampuan untuk beradaptasi, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam pembangunan desa.
Pada aspek pemerintahan, Suardi mengusung tata kelola desa yang profesional, terbuka, cepat dalam memberikan pelayanan, serta melibatkan partisipasi masyarakat.
Prinsip keterbukaan dan partisipasi menjadi penting agar warga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengetahui arah penggunaan anggaran, serta ikut mengawasi pelaksanaan program pembangunan desa.
Dengan visi “Lagi-Agi Lebih Baik”, Suardi menawarkan sejumlah fokus pembangunan yang mencakup aspek infrastruktur, ekonomi, SDM, dan pelayanan publik.
Namun, realisasi visi tersebut nantinya akan bergantung pada perencanaan program yang terukur, kemampuan mengelola anggaran desa, kepatuhan terhadap regulasi, serta keterlibatan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.
Bagi masyarakat Desa Lagi-Agi, visi dan program setiap calon kepala desa menjadi salah satu aspek penting untuk dicermati dalam menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa pada masa mendatang.

"







