POLEWALI MANDAR — Sebanyak 63 ekor kuda menari atau Sayyang Pattu’du memeriahkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Minggu (25/10/2026).
Tradisi budaya khas masyarakat Mandar ini menyedot perhatian ribuan warga yang memadati halaman Masjid Jami Nurul Hidayah Botto. Warga tetap antusias menyaksikan kemeriahan acara meski harus berpanas-panasan di bawah terik matahari.
Puluhan kuda yang dihias dengan berbagai ornamen khas Mandar tersebut menjadi daya tarik utama dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi Sayyang Pattu’du tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya perpaduan antara nilai-nilai keagamaan dan pelestarian budaya lokal masyarakat Mandar.
Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ajbar, bersama Direktur UD Nurmadina, H. Sabaruddin. Pelepasan berlangsung di halaman Masjid Jami Nurul Hidayah Botto sebelum rombongan Sayyang Pattu’du mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Direktur UD Nurmadina, H. Sabaruddin, mengatakan pelaksanaan Sayyang Pattu’du dalam perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Perayaan Maulid Nabi dengan tradisi Sayyang Pattu’du merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya religius masyarakat Mandar yang terus dipertahankan hingga kini.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.
Antusiasme ribuan warga yang hadir menjadi gambaran bahwa Sayyang Pattu’du tetap memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat Mandar, sekaligus menjadi bagian penting dari identitas budaya Polewali Mandar.

"







