Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi 232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

Advertorial

Upaya Pemprov Sulbar Kembalikan Anak ke Sekolah Mulai Berbuah, 550 ATS Kembali Belajar

badge-check


					Upaya Pemprov Sulbar Kembalikan Anak ke Sekolah Mulai Berbuah, 550 ATS Kembali Belajar Perbesar

MAMUJU — Sebanyak 550 anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi Sulawesi Barat kembali mengenyam pendidikan setelah mengikuti program Gerakan Kembali Bersekolah. Angka ini merupakan bagian dari total 1.700 ATS yang tersebar di enam kabupaten.

Peluncuran gerakan tersebut digelar di Ballroom Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Example 728x250

Rincian anak yang kembali bersekolah meliputi Kabupaten Mamuju sebanyak 141 anak, Majene 102 anak, Polewali Mandar 119 anak, Mamasa 92 anak, Pasangkayu 69 anak, dan Mamuju Tengah 27 anak.

Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Nehru Sagena, menjelaskan berbagai faktor penyebab anak tidak bersekolah. Sebanyak 314 anak berhenti karena menikah atau mengurus rumah tangga, 287 anak tidak berminat sekolah, 255 anak bekerja, 149 anak terkendala biaya, 87 anak karena jarak sekolah yang jauh, dan 65 anak dipengaruhi lingkungan. Sisanya disebabkan faktor lain.

Program ini dilaksanakan dalam waktu relatif singkat, yakni Februari hingga April 2026. Tim lapangan menyasar 1.700 anak usia 16 hingga 21 tahun di 243 desa dari total 560 desa di Sulbar, termasuk 72 desa program Pastipadu yang berfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

Sebanyak 407 petugas diterjunkan untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi data, melibatkan penyuluh lapangan KB, pendamping desa dari Program P3MD, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tenaga pendidik.

Dari hasil pendataan, sebanyak 1.033 anak menyatakan tidak ingin kembali bersekolah. Selain itu, sebagian lainnya diketahui telah pindah domisili, meninggal dunia, atau memiliki kondisi lain.

Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengapresiasi capaian tersebut meski mengakui hasilnya belum maksimal.

“Dari 1.700 anak yang terdata, 550 berhasil kita kembalikan ke sekolah. Ini memang belum sampai 30 persen, tetapi menjadi langkah awal yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulbar, lanjutnya, telah menyiapkan dukungan bagi anak-anak yang kembali bersekolah, seperti penyediaan seragam, perlengkapan, hingga beasiswa guna mencegah mereka kembali putus sekolah.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan, gerakan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan panggilan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Ini adalah gerakan hati nurani yang membutuhkan dukungan semua pihak,” katanya.

Kegiatan peluncuran turut dihadiri unsur Forkopimda Sulbar, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, serta diikuti secara daring oleh pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

9 October 2026 - 09:13 WIT

Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita

9 October 2026 - 06:03 WIT

HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi

8 October 2026 - 21:17 WIT

232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin

8 October 2026 - 10:12 WIT

Trending on Advertorial