Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Daerah

Jembatan Belum Terbangun, Babinsa Antar Anak-Anak Sekolah Menyebrang Sungai dengan Rakit Bambu di Tapua

badge-check


					Jembatan Belum Terbangun, Babinsa Antar Anak-Anak Sekolah Menyebrang Sungai dengan Rakit Bambu di Tapua Perbesar

Polewali Mandar —Sejak jembatan penghubung di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, hanyut diterjang banjir bandang pada 22 Mei 2025 lalu, warga setempat masih harus mengandalkan rakit bambu sebagai sarana penyeberangan. Termasuk para pelajar yang setiap hari harus berangkat dan pulang sekolah menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.

Pada Sabtu (29/11/2025), seorang Babinsa dari Kodim 1402/Polman kembali terlihat turun langsung membantu anak-anak sekolah menyeberang menggunakan rakit bambu tersebut. Dengan seragam lorengnya yang sudah basah hingga lutut, ia memastikan satu per satu siswa berdiri aman di atas rakit sebelum ditarik menyeberangi sungai.

Example 728x250

Rakit bambu yang digunakan itu sendiri merupakan hasil rakitan gotong royong antara anggota Kodim 1402/Polman dan warga setempat beberapa hari setelah jembatan hanyut. Hingga saat ini, sarana sederhana itu menjadi tumpuan sehari-hari masyarakat.

Danramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah membenarkan kondisi tersebut.

“Sejak jembatannya hanyut pada bulan Mei lalu, masyarakat di Desa Tapua masih menggunakan rakit bambu sebagai alat penyeberangan. Babinsa kami tetap standby untuk membantu, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur vital bagi warga, anak sekolah, petani, hingga distribusi kebutuhan pokok.

Di tengah ketidaknyamanan itu, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi penopang semangat. Setiap pagi, suara tawa anak-anak bercampur derasnya aliran sungai menjadi pemandangan yang mengharukan—bahwa pendidikan tetap berjalan, meski harus menumpang rakit bambu di atas arus sungai yang tak pernah berhenti. (Zik)

Facebook Comments Box

Read More

Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe

10 October 2026 - 11:21 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

10 October 2026 - 09:18 WIT

Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat

10 October 2026 - 09:15 WIT

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Trending on Advertorial