Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar Gubernur Sulbar Ajak Seluruh ASN Jadi Agen Pendataan Perlindungan Sosial Gubernur Sulbar Pimpin Rakor PASTIPADU Bersama Australia, Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting Geser Sulsel, Pemprov Sulbar Sabet Peringkat Pertama Championship TP2DD 2026 Semangat Hari Jadi Sulbar ke-22, KadiskominfoSS Tekankan Kekompakan dan Inovasi Layanan Digital Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika

Advertorial

Gubernur Sulbar Ajak Seluruh ASN Jadi Agen Pendataan Perlindungan Sosial

badge-check


					Gubernur Sulbar Ajak Seluruh ASN Jadi Agen Pendataan Perlindungan Sosial Perbesar

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mematangkan pelaksanaan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat 25 September 2026.

Rapat tersebut dipimpin Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan diikuti sejumlah unsur terkait, di antaranya Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, Kapolda Sulbar, Kadinsos Sulbar, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSP), Kadisdukcapil, serta perangkat TNI kewilayahan.

Example 728x250

Dalam arahannya, Suhardi Duka meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sulbar ikut mengambil peran sebagai agen dalam membantu pendataan masyarakat.

“Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam program digitalisasi Perlindungan Sosial untuk memastikan data masyarakat yang berhak menerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah pusat dapat teridentifikasi dengan baik,” kata Suhardi Duka.

Ia menekankan perlunya percepatan karena proses pendataan ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun 2026.

“Data yang dihasilkan selanjutnya akan menjadi basis pemanfaatan program bantuan sosial pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen TNI Hartono mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan pendataan tersebut. Menurutnya, rapat membahas rencana pendataan masyarakat dalam program digitalisasi Perlindungan Sosial, dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk para Dandim, Danramil, dan Babinsa.

“Semua orang bisa menjadi agen untuk membantu mendata itu,” kata Hartono.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial menjadi sektor yang memiliki tugas utama dalam program tersebut. Sementara Dinas KominfoSS memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman teknis terkait penggunaan sistem digital yang akan digunakan dalam pendataan.

Adapun jajaran kewilayahan, termasuk Babinsa, nantinya akan diberikan pemahaman mengenai teknis pelaksanaan agar dapat membantu proses pendataan di lapangan.

“Kita sifatnya nanti akan membantu. Yang mempunyai leading sector adalah Dinas Sosial. Kadis KominfoSS termasuk juga penting karena beliau yang akan memberikan teknik-teknik untuk mengaplikasikan digital tersebut,” ujarnya.

Hartono menambahkan, setelah mendapatkan pembekalan teknis, Babinsa diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendataan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Jadi Babinsa akan kita sampaikan teknisnya, nanti biar dia membantu di lapangan,” tutur Hartono.(Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Buka Sandeq Silumba 2026 di Majene, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

25 September 2026 - 21:48 WIT

Gubernur Sulbar Pimpin Rakor PASTIPADU Bersama Australia, Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting

24 September 2026 - 21:40 WIT

Geser Sulsel, Pemprov Sulbar Sabet Peringkat Pertama Championship TP2DD 2026

24 September 2026 - 21:37 WIT

Semangat Hari Jadi Sulbar ke-22, KadiskominfoSS Tekankan Kekompakan dan Inovasi Layanan Digital

23 September 2026 - 15:46 WIT

Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika

23 September 2026 - 15:44 WIT

Trending on Advertorial