Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Soroti Kedisiplinan ASN, Junda Maulana Beberkan PR Sulbar: Kemiskinan 10,18%, IPM di Bawah Nasional, Stunting hingga Infrastruktur Sekda Sulbar Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tekankan Karakter dan Kemandirian Siswa Suardi S.IP Siap Bertarung di Pilkades, Bawa Gagasan Desa Maju, Lagi-agi Lebih Baik Sekda Sulbar Tegur Keras ASN: Disiplin Bukan Hanya Datang dan Pulang, Tapi Kinerja untuk Rakyat Komitmen Gubernur SDK Perluas Kuota Beasiswa Sulbar Dari 203 Jadi 524, Tahun Kedua Capai 1.040 Penerima Manfaat Disambut Hangat Diaspora, SDK Apresiasi Kekompakan Masyarakat Mandar di Jabodetabek-Banten

Advertorial

Bayi 3 Bulan Minum Air Keruh, Relawan Gerak Cepat hingga Wagub Sulbar Turun Tangan

badge-check


					0-3840x2160-0-0-{}-0-24# Perbesar

0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

POLEWALI MANDAR — Kisah memilukan tentang seorang bayi berusia tiga bulan (3) di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, yang terpaksa meminum susu bercampur air sumur keruh.

Bayi bernama Annisa yang barusia tiga bulan (3) itu hidup dalam keterbatasan sejak ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ia kini diasuh oleh sang nenek yang harus mengandalkan air sumur berwarna kecokelatan untuk membuatkan susu formula karena kesulitan ekonomi dan terbatasnya akses air bersih.

Situasi tersebut mendorong Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, untuk bergerak cepat. Melalui timnya bersama sejumlah relawan, ia menyalurkan bantuan berupa susu bayi, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya, Minggu (18/1/2026).

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bayi sekecil ini harus bertahan dengan kondisi seperti itu. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal kemanusiaan. Tidak boleh ada warga yang hidup dalam keadaan seperti ini,” ujar Salim S. Mengga.

Di lapangan, sejumlah relawan turut mengambil peran penting dalam mengomunikasikan kondisi Annisa kepada pemerintah. Salah satu relawan mengungkapkan bahwa laporan mengenai kasus tersebut segera ditindaklanjuti setelah mereka menghubungi pihak Wakil Gubernur.

“Kami menerima informasi kondisi bayi ini dari warga, lalu kami langsung berkoordinasi dan menyampaikan ke Pak Wagub. Syukurnya, responsnya sangat cepat. Bantuan bisa segera turun,” ujar salah satu relawan yang terlibat.

Selain pemerintah provinsi, Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar juga datang ke rumah keluarga Annisa untuk melakukan pendataan dan asesmen awal. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran pertama.

“Kami ingin memastikan keluarga ini mendapatkan pendampingan dan bantuan berkelanjutan, bukan hanya hari ini,” kata salah satu petugas Dinas Sosial.

Sang nenek tak kuasa menahan haru ketika menceritakan perjuangannya merawat cucu kecil tanpa air bersih dan dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.

“Air bersih jauh. Tidak cukup uang beli galon tiap hari. Saya hanya bisa pakai air sumur. Saya kasihan sekali sama cucu saya, tapi saya tidak punya pilihan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti sebagai potret kemiskinan semata. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan akses air bersih bagi warga setempat serta memantau kesehatan Annisa secara berkelanjutan.

“Masalah air bersih ini tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh ada lagi anak yang meminum susu dari air keruh,” tutup Wagub Sulbar.

Facebook Comments Box

Read More

Soroti Kedisiplinan ASN, Junda Maulana Beberkan PR Sulbar: Kemiskinan 10,18%, IPM di Bawah Nasional, Stunting hingga Infrastruktur

8 September 2026 - 12:50 WIT

Sekda Sulbar Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tekankan Karakter dan Kemandirian Siswa

8 September 2026 - 12:46 WIT

Suardi S.IP Siap Bertarung di Pilkades, Bawa Gagasan Desa Maju, Lagi-agi Lebih Baik

7 September 2026 - 22:59 WIT

Sekda Sulbar Tegur Keras ASN: Disiplin Bukan Hanya Datang dan Pulang, Tapi Kinerja untuk Rakyat

7 September 2026 - 22:09 WIT

Komitmen Gubernur SDK Perluas Kuota Beasiswa Sulbar Dari 203 Jadi 524, Tahun Kedua Capai 1.040 Penerima Manfaat

7 September 2026 - 14:00 WIT

Trending on Advertorial