Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor 63 Kuda Sayyang Pattu’du Meriahkan Maulid Nabi di Botto, Ribuan Warga Tumpah Ruah Sekprov Junda Maulana Paparkan PASTIPADU, Sulbar Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026 Mengenal Suardi, Calon Kepala Desa Lagi-Agi, Usung Visi Lagi-Agi Lebih Baik Permudah Bayar Pajak Kendaraan, ASN Sulbar Dapat Alternatif Kredit Perbankan Gubernur Sulbar Terima Apresiasi AI Ready ASEAN, Program Jangkau 70 SMA/SMK Tembus 6 Besar Nasional, Digitalisasi Data Perlinsos Sulbar Pacu Target 50 Persen Populasi Akselerasi Pendataan Warga Miskin di Sulbar: Tembus 73 Ribu KK, Polman Teratas

Daerah

63 Kuda Sayyang Pattu’du Meriahkan Maulid Nabi di Botto, Ribuan Warga Tumpah Ruah

badge-check


					63 Kuda Sayyang Pattu’du Meriahkan Maulid Nabi di Botto, Ribuan Warga Tumpah Ruah Perbesar

POLEWALI MANDAR — Sebanyak 63 ekor kuda menari atau Sayyang Pattu’du memeriahkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Minggu (25/10/2026).

Tradisi budaya khas masyarakat Mandar ini menyedot perhatian ribuan warga yang memadati halaman Masjid Jami Nurul Hidayah Botto. Warga tetap antusias menyaksikan kemeriahan acara meski harus berpanas-panasan di bawah terik matahari.

Example 728x250

Puluhan kuda yang dihias dengan berbagai ornamen khas Mandar tersebut menjadi daya tarik utama dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi Sayyang Pattu’du tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya perpaduan antara nilai-nilai keagamaan dan pelestarian budaya lokal masyarakat Mandar.

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ajbar, bersama Direktur UD Nurmadina, H. Sabaruddin. Pelepasan berlangsung di halaman Masjid Jami Nurul Hidayah Botto sebelum rombongan Sayyang Pattu’du mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Direktur UD Nurmadina, H. Sabaruddin, mengatakan pelaksanaan Sayyang Pattu’du dalam perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Perayaan Maulid Nabi dengan tradisi Sayyang Pattu’du merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya religius masyarakat Mandar yang terus dipertahankan hingga kini.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.

Antusiasme ribuan warga yang hadir menjadi gambaran bahwa Sayyang Pattu’du tetap memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat Mandar, sekaligus menjadi bagian penting dari identitas budaya Polewali Mandar.

Facebook Comments Box

Read More

Mengenal Suardi, Calon Kepala Desa Lagi-Agi, Usung Visi Lagi-Agi Lebih Baik

24 October 2026 - 01:02 WIT

Andra Wijaya Pimpin Perolehan Suara dalam PAW Desa Ugi Baru

18 October 2026 - 12:32 WIT

PT HSA Jaya Berkah Polman Tampil di Trade Expo Indonesia 2026, Perkenalkan Briket Arang Batok Kelapa ke Pasar Dunia

17 October 2026 - 22:08 WIT

Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle

14 October 2026 - 23:46 WIT

Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak

14 October 2026 - 19:59 WIT

Trending on Advertorial