Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Sekda Junda ke Lulusan IPDN: Disiplin, Loyalitas, Dedikasi dan Tunjukkan Kinerja, Bukan Kedekatan Pemprov Sulbar Pastikan Gaji PPPK, THR dan Gaji ke-13 Tahun 2026 Dibayar Penuh Sekda Junda Harap Pembahasan APBD-P 2026 Berjalan Lancar Demi Tata Kelola Transparan Gubernur Suhardi Duka: Literasi dan Mandarras Kunci Masa Depan Sulbar Usia 14 Tahun Rawat Ibu Lumpuh, Kepsek SMP Satap Katumbangan Pastikan Sulfa Tetap Sekolah Gubernur Suhardi Duka Ingin PAW Wagub Segera Terisi, Minta Tujuh Parpol Sepakat Dua Nama

Advertorial

Usia 14 Tahun Rawat Ibu Lumpuh, Kepsek SMP Satap Katumbangan Pastikan Sulfa Tetap Sekolah

badge-check


					Usia 14 Tahun Rawat Ibu Lumpuh, Kepsek SMP Satap Katumbangan Pastikan Sulfa Tetap Sekolah Perbesar

POLEWALI MANDAR — Di saat anak-anak seusianya sibuk belajar dan bermain bersama teman, Sulfa (14) justru harus menjalani tanggung jawab yang tak ringan.

Siswi SMP Satap Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu kini menjadi salah satu tumpuan bagi ibunya, Uni (41), yang terbaring sakit akibat lumpuh.

Hari-hari Sulfa tak hanya diisi dengan pelajaran sekolah. Ia harus membagi waktu antara membuka buku dan merawat sang ibu di rumah.

Kondisi itu membuat aktivitas belajar Sulfa ikut terdampak. Ia tidak selalu bisa mengikuti kegiatan pembelajaran seperti teman-temannya karena harus berada di rumah mendampingi ibunya.

Namun, keadaan tersebut tidak membuat sekolah menutup mata.
Kepala SMP Satap Katumbangan, Syarifah Marwah, mendatangi langsung rumah Sulfa untuk melihat kondisi siswinya sekaligus memastikan pendidikannya tetap berjalan, selasa (15/09/26).

Syarifah datang tidak dengan tangan kosong. Sejumlah buku pelajaran dibawanya untuk diberikan kepada Sulfa. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Sulfa untuk tetap belajar dari rumah di tengah tanggung jawabnya merawat ibunya.

Selain buku pelajaran, Syarifah juga memberikan bantuan lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan Sulfa sehari-hari.

Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi Sulfa dan keluarganya yang sedang menghadapi kesulitan.

Bagi kepala sekolah SMP Satap Katumbangan, keadaan Sulfa tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan pendidikannya.

Sebab, Sulfa sedang menghadapi keadaan yang seharusnya belum harus dipikul seorang anak seusianya.

Di satu sisi, ia adalah seorang pelajar yang memiliki cita-cita dan masa depan. Di sisi lain, ia harus menjadi anak yang setia mendampingi ibunya yang sedang terbaring sakit.

Di tengah kondisi itu, buku-buku yang dibawa kepala sekolah bukan sekadar perlengkapan belajar.

Bagi Sulfa, buku tersebut menjadi pesan bahwa meski ia harus berada di rumah untuk merawat ibunya, sekolah tidak melupakannya.

Pendidikan Sulfa tetap harus berjalan. Dan di balik perjuangan seorang anak berusia 14 tahun merawat ibunya, ada masa depan yang tak boleh ikut terbaring, tutup Syarifah Marwah.

Facebook Comments Box

Read More

Sekda Junda ke Lulusan IPDN: Disiplin, Loyalitas, Dedikasi dan Tunjukkan Kinerja, Bukan Kedekatan

16 September 2026 - 18:33 WIT

Pemprov Sulbar Pastikan Gaji PPPK, THR dan Gaji ke-13 Tahun 2026 Dibayar Penuh

16 September 2026 - 12:25 WIT

Sekda Junda Harap Pembahasan APBD-P 2026 Berjalan Lancar Demi Tata Kelola Transparan

16 September 2026 - 12:22 WIT

Gubernur Suhardi Duka: Literasi dan Mandarras Kunci Masa Depan Sulbar

15 September 2026 - 20:38 WIT

Gubernur Suhardi Duka Ingin PAW Wagub Segera Terisi, Minta Tujuh Parpol Sepakat Dua Nama

14 September 2026 - 23:46 WIT

Trending on Advertorial