POLEWALI MANDAR – Euforia Piala Dunia 2026 dimanfaatkan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, untuk menggelar hearing dialog bertema “Piala Dunia 2026, Gairah Kaum Muda”. Sabtu (27/06/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk membahas nilai-nilai sportivitas, persatuan, dan semangat berprestasi yang dapat dipetik dari ajang sepak bola terbesar di dunia.
Suasana dialog berlangsung semarak. Para peserta kompak mengenakan jersey tim nasional favorit mereka, mulai dari Argentina, Brasil, Portugal, Inggris, Jerman, hingga negara peserta Piala Dunia lainnya. Kehadiran berbagai atribut sepak bola tersebut menghadirkan atmosfer layaknya tribun stadion.
Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim, mengatakan Piala Dunia bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga momentum yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, perbedaan dukungan terhadap tim nasional merupakan simbol keberagaman yang harus dijaga dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam sepak bola dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sepak bola, kata dia, mengajarkan pentingnya persatuan, kebersamaan, kekompakan, disiplin, dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
“Nilai-nilai yang ada dalam sepak bola harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, di lingkungan pendidikan, hingga dunia kerja. Dengan kebersamaan dan kekompakan, tujuan yang diinginkan akan lebih mudah dicapai,” ujar Abdul Rahim.
Ia berharap tingginya antusiasme kaum muda terhadap Piala Dunia dapat diarahkan menjadi energi positif untuk membangun karakter, memperkuat solidaritas, serta mendorong lahirnya prestasi di berbagai bidang.
Hearing dialog berlangsung interaktif dengan beragam pandangan peserta mengenai perkembangan sepak bola dunia dan peran olahraga dalam membangun karakter generasi muda. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, di mana seluruh peserta tetap mengenakan jersey tim nasional pilihan masing-masing sebagai simbol sportivitas, persatuan, dan kebersamaan.

"










