Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita HMI Mamuju Demo SPBU Simbuang, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi 232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

Advertorial

Gubernur Suhardi Duka Turun Tangan, Harga Bawang dan Telur di Pasar Murah Majene Dibuat Lebih Terjangkau

badge-check


					Gubernur Suhardi Duka Turun Tangan, Harga Bawang dan Telur di Pasar Murah Majene Dibuat Lebih Terjangkau Perbesar

Majene – Setelah mengunjungi pabrik es di Palipi, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang digelar di halaman Masjid Jami’ Baiturrafiah, Lingkungan Cambа, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Rabu, 25 Februari 2026.

Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang dan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Example 728x250

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Kehadiran Gubernur Sulbar disambut antusias warga, khususnya para ibu rumah tangga yang memadati lokasi kegiatan. Pasalnya, sejumlah harga komoditas pangan yang telah disubsidi langsung diturunkan atas instruksi Gubernur untuk meringankan beban masyarakat.

Di hadapan warga, Suhardi Duka melakukan komunikasi langsung dengan warga yang hadir dan menegaskan bahwa pasar murah digelar sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

“Pasar murah ini bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat. Biasanya paket dijual Rp50 ribu, sekarang hanya Rp30 ribu. Namun pembelian dibatasi agar semua warga bisa merasakan manfaatnya,” ujar Suhardi Duka.

Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut, antara lain beras, telur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, hingga ikan segar. Program ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga di pasar sekaligus menekan potensi inflasi selama Ramadhan.

Gubernur Suhardi Duka juga melakukan penyesuaian harga langsung di lokasi setelah berdialog dengan pedagang dan panitia pelaksana. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain:

Bawang putih dari Rp37.000 (harga subsidi) menjadi Rp30.000 per kilogram, Bawang merah dari Rp35.000 (harga subsidi menjadi Rp30.000 per kilogram, Telur dari Rp53.000 (harga subsidi) menjadi Rp50.000 per rak, Ikan layang dari Rp35.000 (harga subsidi) menjadi Rp30.000 per kilogram.

Menurut SDK, langkah ini penting untuk memastikan harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan masyarakat saat bulan puasa.

“Silakan masyarakat memanfaatkan pasar murah ini dengan baik. Tujuannya untuk membantu kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga stabilitas harga agar inflasi tidak meningkat,” tambahnya.

Peninjauan pasar murah tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kapolda, Bupati Majene, Ketua Pengadilan, serta sejumlah pejabat daerah yang ikut memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

9 October 2026 - 09:13 WIT

Pemprov Sulbar Launching SIPAINGARANG, Kerja Humas OPD Kini Tak Sekadar Posting Berita

9 October 2026 - 06:03 WIT

232 Pejabat Polman Dimutasi, Bupati Samsul: Jangan Hanya Duduk di Kursi Dingin

8 October 2026 - 10:12 WIT

Junda Maulana Uji Calon Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dengan Isu Hilirisasi hingga Deforestasi

7 October 2026 - 11:55 WIT

Trending on Advertorial