MAMUJU — Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Hj. Fatmawaty Salim, menghadiri kegiatan anjangsana dan bakti sosial di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju, Sulawesi Barat, minggu (21/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri ketua Penggerak PKK Sulbar Hj.Harsinah Suhardi, disambut antusias oleh warga binaan dan pihak Lapas.
Dalam kesempatan itu, Staf Ahli PKK Sulbar Hj. Fatmawaty Salim, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga sebagai momentum untuk meneguhkan nilai kasih sayang, ketangguhan, serta peran strategis perempuan dalam keluarga dan masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan di Lapas.
“Setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bangkit, berubah, dan kembali berperan positif di tengah keluarga dan masyarakat. Hari Ibu menjadi pengingat bahwa kasih sayang seorang ibu tak pernah terputus oleh keadaan apa pun,” ujarnya.
Selain silaturahmi dan dialog dengan warga binaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan perempuan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan semangat bagi para warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
Pihak Lapas Perempuan Mamuju mengapresiasi perhatian dan kepedulian TP PKK melalui kegiatan anjangsana ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif secara psikologis, sekaligus memotivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
Menariknya, dalam kunjungan tersebut Staf Ahli PKK juga tampak membeli berbagai jajanan di galeri Lapas Perempuan Mamuju yang merupakan hasil produksi warga binaan. Produk olahan tersebut meliputi aneka kue dan camilan yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian Lapas.
Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi warga binaan, sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus mengembangkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.
Staf Ahli PKK menilai, hasil produksi warga binaan memiliki kualitas yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan.
Melalui dukungan langsung ini, diharapkan warga binaan semakin percaya diri, memiliki bekal keterampilan, serta kesiapan untuk mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat, Tutup Fatmawaty Salim.

"










