POLEWALI MANDAR, SUARAMANDAR.COM — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami Miftahul Ihsan, Desa Lemosusu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (3/11/2025).
Ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat hadir memadati masjid untuk mengikuti acara yang berlangsung dalam nuansa religius dan kekeluargaan.
Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga, bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta jajaran pemerintah daerah setempat.
Kehadiran Wakil Gubernur tidak hanya untuk menghadiri acara, tetapi juga membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berisi pesan moral dan spiritual agar umat Islam senantiasa meneladani kehidupan Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Salim S. Mengga mengajak masyarakat meneladani kesederhanaan hidup Nabi Muhammad SAW, dengan tidak berlebih-lebihan dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Hidup sederhana itu bagian dari ajaran Rasulullah. Kesederhanaan bukan berarti kekurangan, tetapi cermin dari hati yang bersyukur,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengajak umat Islam menjadikan momentum Maulid sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum Maulid ini untuk mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Salim.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah — baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Hati kita harus semakin cinta kepada Rasulullah. Kita harus mampu meneladani akhlak beliau yang jujur, sabar, penuh kasih sayang, serta menebarkan kedamaian,” tambahnya.
Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat ibadah dan peradaban umat, tempat menebarkan ilmu, kebaikan, dan kedamaian.
“Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa manfaat bagi umat,” katanya.
Lebih lanjut, Salim menegaskan bahwa pembangunan spiritual dan akhlak merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Tanpa nilai keagamaan yang kuat, kemajuan fisik dan ekonomi, menurut dia, tidak akan bermakna banyak.
Di akhir tausiyahnya, ia mendoakan agar masyarakat Lemosusu dan seluruh rakyat Sulawesi Barat senantiasa memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada masyarakat Lemosusu, Kabupaten Polewali Mandar, dan seluruh rakyat Sulawesi Barat,” tutupnya.

"










