POLEWALI MANDAR — Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan haul Almarhum Drs. H. M. Zikir Sewai, tokoh pejuang dan pendiri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (02/11/2025).
Acara yang berlangsung penuh khidmat itu dihadiri Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, kepala Kantor Kementerian Agama Polman imran kaljubi kesa, imam masjid syuhada Sayyed Fadlu Al Mahdaly, dan ketua Mui polman KH Abd Syahid Rasyid, serta para ulama, santri, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah provinsi.
Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang mengenang perjuangan dan dedikasi almarhum dalam membangun dunia pendidikan dan keagamaan di Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya momentum mengenang kelahiran manusia agung, Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk meneladani perjuangan beliau dalam menebarkan kasih sayang, kejujuran, dan keikhlasan.
“Keduanya, Rasulullah SAW dan Almarhum H. M. Zikir Sewai — mungkin berbeda zaman, tetapi sejiwa dalam ketulusan perjuangan. Nabi Muhammad memperjuangkan umat dengan cinta dan kesabaran, sementara Almarhum memperjuangkan daerah ini dengan keikhlasan, ilmu, dan pengabdian tanpa pamrih,” ujar Wakil Gubernur.
Almarhum H. M. Zikir Sewai dikenal sebagai salah satu tokoh penting pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lampoko yang kini menjadi pusat pendidikan dan dakwah di Bumi Mandar.
Wakil Gubernur mengenang sosok almarhum sebagai pribadi sederhana, berwibawa, dan penuh kasih.
“Beliau membangun pesantren ini bukan hanya dari tanah, tetapi dari air mata, doa, dan keikhlasan. Perjuangannya tidak berhenti dengan kepergian jasadnya, sebab cahaya amal dan pengabdiannya masih hidup di hati para santri dan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus bersinergi dengan para ulama dan pesantren dalam membangun peradaban Sulawesi Barat.
“Insya Allah, pemerintah provinsi akan terus bersinergi dengan para ulama dan pesantren dalam membangun peradaban Sulawesi Barat yang berlandaskan keikhlasan, kebersamaan, dan cinta kepada ilmu,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Sulbar menyampaikan pesan moral kepada para santri agar terus menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pesantren sebagai tempat menempa karakter serta memperkuat iman dan akhlak.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan moral yang menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam menjalani kehidupan.
“Biasakan berjalan di jalan yang lurus, Jangan membiasakan mengambil yang bukan hakmu,” ujarnya di hadapan para santri dan tamu undangan.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari banyaknya harta atau jabatan, melainkan dari kemampuan seseorang menjaga amanah dan hidup dengan cara yang halal.
“Santri adalah generasi penerus bangsa yang tidak hanya harus cerdas, tapi juga berakhlak mulia. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, dan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan makna,” tegas Salim S Mengga.
Sementara Pimpinan pesantren Al Ikhlas Lampoko Ihsan Zainuddin, menyampaikan bahwa kehadiran lembaga pendidikan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Lampopo. “Alhamdulillah, kehadiran pesantren ini dirasakan betul manfaatnya bagi masyarakat sekitar,ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, pimpinan pesantren mengenang sosok almarhum Haji Muhammad Zikir Sewai, tokoh perjuangan Sulawesi Barat sekaligus pendiri pondok pesantren tersebut. Ia menyebut almarhum sebagai figur pejuang ikhlas yang turut berperan besar dalam proses pendirian Provinsi Sulawesi Barat.
“Semoga semangat perjuangan beliau terus menginspirasi generasi muda. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap pesantren ini, karena tempat ini juga memiliki nilai sejarah sebagai salah satu lokasi lahirnya gagasan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Peringatan Maulid dan haul tersebut ditutup dengan doa bersama untuk almarhum, semoga Allah melapangkan kuburnya, menerima amal jariahnya, dan menempatkannya bersama para kekasih-Nya di surga yang penuh kedamaian.

"










