Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

Daerah

Kakek 75 Tahun di Mamuju Tidak di Beri Surat Rujukan karena BPJS Menunggak

badge-check


					Kakek 75 Tahun di Mamuju Tidak di Beri Surat Rujukan karena BPJS Menunggak Perbesar

MAMUJU — Seorang kakek lanjut usia bernama Pase (75) harus pulang dengan tangan hampa usai mendatangi Puskesmas Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Ia tidak mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit lantaran kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif akibat menunggak iuran, Sabtu (20/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi saat pihak keluarga mendampingi Pase ke puskesmas untuk meminta surat rujukan guna mendapatkan penanganan medis llanjutan Namun, petugas puskesmas menyampaikan bahwa surat rujukan tidak dapat diterbitkan melalui BPJS Kesehatan karena status kepesertaan yang tidak aktif.

Example 728x250

Pihak keluarga mengungkapkan, petugas puskesmas sempat menawarkan penerbitan surat rujukan dengan status pasien umum. Namun tawaran tersebut tidak dapat dipenuhi keluarga karena keterbatasan biaya.

“Kami ditawari rujukan umum, tapi kami tidak mampu membayar biaya operasi. Kondisi ekonomi kami sangat terbatas,” ujar Amanda, anggota keluarga Pase.

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan kakek tersebut semakin mengkhawatirkan. Pase diketahui mengidap penyakit usus turun yang memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

“Usianya sudah 75 tahun, kondisinya juga sudah lemah. Kami sangat berharap ada kebijakan yang mengedepankan sisi kemanusiaan,” katanya.

Saat ini, keluarga masih berupaya mencari bantuan agar Pase dapat tetap memperoleh layanan kesehatan lanjutan yang dibutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Topore belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Facebook Comments Box

Read More

Bupati Polman Bergerak, 800 Geobag Disiapkan Hadapi Abrasi yang Ancam Rumah Warga Tammangalle

14 October 2026 - 23:46 WIT

Polemik Blokir ASN Digital Sulbar Temui Titik Terang, Sekda Junda: 68 Jadi Fungsional Ahli Madya, 13 Dikembalikan ke Eselon III

14 October 2026 - 23:38 WIT

Buka Musda IV APDESI Sulbar, Sekda Junda: Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ada di Desa – 575 Desa Jadi Ujung Tombak

14 October 2026 - 19:59 WIT

Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe

10 October 2026 - 11:21 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Trending on Advertorial