Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur SDK: Peternak Mandar Ahli, Majene-Polman Jadi Lumbung Kambing Sulbar Peringatan Maulid 1448 H di Salabose, SDK Ajak Jamaah Kirim Al-Fatihah untuk Wagub Salim Mengga Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

Daerah

Kakek 75 Tahun di Mamuju Tidak di Beri Surat Rujukan karena BPJS Menunggak

badge-check


					Kakek 75 Tahun di Mamuju Tidak di Beri Surat Rujukan karena BPJS Menunggak Perbesar

MAMUJU — Seorang kakek lanjut usia bernama Pase (75) harus pulang dengan tangan hampa usai mendatangi Puskesmas Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Ia tidak mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit lantaran kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif akibat menunggak iuran, Sabtu (20/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi saat pihak keluarga mendampingi Pase ke puskesmas untuk meminta surat rujukan guna mendapatkan penanganan medis llanjutan Namun, petugas puskesmas menyampaikan bahwa surat rujukan tidak dapat diterbitkan melalui BPJS Kesehatan karena status kepesertaan yang tidak aktif.

Pihak keluarga mengungkapkan, petugas puskesmas sempat menawarkan penerbitan surat rujukan dengan status pasien umum. Namun tawaran tersebut tidak dapat dipenuhi keluarga karena keterbatasan biaya.

“Kami ditawari rujukan umum, tapi kami tidak mampu membayar biaya operasi. Kondisi ekonomi kami sangat terbatas,” ujar Amanda, anggota keluarga Pase.

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan kakek tersebut semakin mengkhawatirkan. Pase diketahui mengidap penyakit usus turun yang memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

“Usianya sudah 75 tahun, kondisinya juga sudah lemah. Kami sangat berharap ada kebijakan yang mengedepankan sisi kemanusiaan,” katanya.

Saat ini, keluarga masih berupaya mencari bantuan agar Pase dapat tetap memperoleh layanan kesehatan lanjutan yang dibutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Topore belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur SDK: Peternak Mandar Ahli, Majene-Polman Jadi Lumbung Kambing Sulbar

26 August 2026 - 09:51 WIT

Peringatan Maulid 1448 H di Salabose, SDK Ajak Jamaah Kirim Al-Fatihah untuk Wagub Salim Mengga

26 August 2026 - 09:04 WIT

Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene

25 August 2026 - 21:21 WIT

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

Trending on Advertorial