Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Suhardi Duka dan Menteri Wihaji Teken Kesepakatan, Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Sulbar Diperkuat Dari Warung Kopi, Aspirasi Masyarakat Campalagian Mengalir Ke Bupati Polman Sambut Wapres, Gubernur Suhardi Duka Perjuangkan Akses Jalan dan Jaringan Internet Pedalaman Sekda Sulbar Pimpin Sidang MPPKD, Tiga Keputusan Tegaskan Kewajiban Pengembalian Kerugian Daerah Di Hadapan Wapres Gibran, Suhardi Duka Soroti Ketertinggalan Infrastruktur dan Perjuangkan Akses Pembangunan Kalumpang Gubernur Sulbar Teken MoU dengan Lima Perusahaan Tambang, Dorong Elektrifikasi bagi Masyarakat Kurang Mampu

Advertorial

Suhardi Duka dan Menteri Wihaji Teken Kesepakatan, Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Sulbar Diperkuat

badge-check


					Suhardi Duka dan Menteri Wihaji Teken Kesepakatan, Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Sulbar Diperkuat Perbesar

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya mempercepat penanganan kemiskinan dan stunting melalui Program Akselerasi Strategis Terintegrasi Penurunan Angka Kemiskinan dan Stunting Terpadu (PASTIPADU).

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam rangkaian GENTING Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Example 728x250

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar, Amujib.

Kesepakatan ini menjadi langkah untuk menyelaraskan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana yang dijalankan Kemendukbangga/BKKBN dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan data kemiskinan dan stunting, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan keluarga, serta optimalisasi peran penyuluh keluarga berencana dan tim pendamping keluarga di lapangan.

Menurutnya, keterpaduan program diperlukan agar berbagai intervensi pemerintah dapat berjalan selaras dan menjangkau keluarga yang membutuhkan.

“Penanganan stunting tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi keluarga, kesehatan, pola pengasuhan, serta kualitas lingkungan tempat tinggal. Karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendekatan pembangunan berbasis keluarga sekaligus mendorong penyelarasan kebijakan dan program antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Amujib.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut juga memiliki arti penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan daerah berbasis data. Melalui koordinasi antarlembaga, program penurunan kemiskinan dan stunting diharapkan memiliki sasaran, indikator, serta mekanisme pemantauan yang saling terhubung.

Nota Kesepakatan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan program konkret sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Tindak lanjut itu mencakup penguatan koordinasi, pemanfaatan data, serta pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov Sulbar berharap PASTIPADU semakin terintegrasi sebagai instrumen percepatan pembangunan daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas keluarga dan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.

Facebook Comments Box

Read More

Dari Warung Kopi, Aspirasi Masyarakat Campalagian Mengalir Ke Bupati Polman

5 November 2026 - 10:36 WIT

Sambut Wapres, Gubernur Suhardi Duka Perjuangkan Akses Jalan dan Jaringan Internet Pedalaman

3 November 2026 - 13:57 WIT

Sekda Sulbar Pimpin Sidang MPPKD, Tiga Keputusan Tegaskan Kewajiban Pengembalian Kerugian Daerah

3 November 2026 - 10:25 WIT

Di Hadapan Wapres Gibran, Suhardi Duka Soroti Ketertinggalan Infrastruktur dan Perjuangkan Akses Pembangunan Kalumpang

3 November 2026 - 01:01 WIT

Gubernur Sulbar Teken MoU dengan Lima Perusahaan Tambang, Dorong Elektrifikasi bagi Masyarakat Kurang Mampu

1 November 2026 - 10:55 WIT

Trending on Advertorial