POLEWALI MANDAR — Kabar bahagia datang dari Nahni Burhan, warga Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Rumahnya yang sebelumnya nyaris tidak layak huni kini telah selesai dibedah dan diresmikan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rumah Nahni diresmikan langsung Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud melalui program Siballi Parri Mappecoai Boyang (Sipa Macoa) Edisi Bedah Rumah Semarak Kemerdekaan (BERSEDEKA), Senin (17/8/2026).
Rumah tersebut dikerjakan hanya dalam waktu 14 hari melalui semangat gotong royong dan kolaborasi pemerintah, masyarakat, donatur, serta sejumlah pihak lainnya.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Polman H. Samsul Mahmud. Hadir pula Ketua DPRD Polman Fahry Fadly, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Masri Masdar, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Polman Andi Afandi, Direktur RSUD Hajjah Andi Depu dr. Irwandi Muis, Kadis PU Husain Ismail, Camat Polewali, serta Lurah Darma.
Bupati Samsul Mahmud mengatakan keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan pemerintah berhenti membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu bekerja kreatif dan inovatif dalam mencari solusi atas persoalan masyarakat.
“Jangan karena keterbatasan anggaran kita tidak bisa melakukan intervensi program. Justru keterbatasan itu bagaimana kita bisa kreatif dan inovatif. Kalau kita punya ikhtiar baik dan niat baik, pasti ada jalan keluar,” ujar Samsul.
Ia juga menegaskan persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak boleh karena persoalan administrasi, pelayanan dan bantuan kepada masyarakat itu terhambat. Pasti ada jalan keluarnya,” tegasnya.
Samsul juga menyoroti peran media dan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait kondisi warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, tidak seluruh persoalan masyarakat dapat diketahui secara langsung oleh kepala daerah maupun OPD.
“Jangan melarang masyarakat viral-viral. Tidak apa-apa sepanjang tujuannya baik untuk memperbaiki. Saya kira tidak ada masalah,” katanya.
Ia meminta masyarakat yang memiliki persoalan untuk tetap menyampaikannya melalui pemerintah kelurahan, kecamatan, dinas terkait hingga pemerintah kabupaten.
“Kalau ada persoalan, sampaikan ke lurah, camat, dinas terkait, asisten, staf ahli, anggota DPRD sampai kepada bupati. Insyaallah pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Polman Andi Afandi mengatakan pembangunan rumah Nahni dilakukan selama 14 hari dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.
Afandi menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang ikut membantu program bedah rumah tersebut.
Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya Anggota DPD RI Jupri Mahmud, Ketua DPRD Polman Fahry Fadly, Direktur RSUD Hajjah Andi Depu dr. Irwandi Muis, IDI Polman, serta Kementerian Sosial RI.
Menurut Afandi, program BERSEDEKA menjadi bukti bahwa penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan melalui kolaborasi dan gotong royong, tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Bagi Nahni, rumah baru tersebut menjadi berkah yang tak terlupakan di Hari Kemerdekaan.
Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Polman, pemerintah daerah, para donatur dan masyarakat yang telah ikut membantu.
“Alhamdulillah, hanya dalam waktu 14 hari, rumah ini sudah selesai. Saya merasa sangat bersyukur dan senang,” ujar Nahni.
Sebelum dibedah, kondisi rumah Nahni cukup memprihatinkan. Setiap kali hujan turun, ia mengaku diliputi rasa cemas karena khawatir rumah tersebut roboh.
Kini, kondisi rumahnya jauh lebih layak. Selain pembangunan rumah, Nahni juga menerima bantuan dari Dinas Sosial berupa tempat tidur, lemari dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Ia juga mendapat bantuan untuk melanjutkan pembangunan bagian dapur serta uang tunai dari Bupati Polman.
Bantuan senilai Rp2,4 juta dari Sentra Nipotowe Palu juga diserahkan langsung oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Polman Andi Sumarni.
“Sekarang, Alhamdulillah, kondisinya sudah jauh lebih baik. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” tuturnya.
Peresmian rumah Nahni melalui program BERSEDEKA menjadi salah satu gambaran semangat gotong royong di Kabupaten Polewali Mandar.
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, rumah yang sebelumnya membuat Nahni hidup dalam kecemasan kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Bagi Nahni, kemerdekaan tahun ini terasa semakin bermakna karena ia mendapatkan rumah baru sekaligus perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.

"










