Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Sekprov Junda Maulana Buka Pelatihan, Sulbar Bersiap Terapkan Katalog Versi 6 Kafilah MTQ KORPRI Sulbar Siap Berlaga di Makassar, Enam ASN Wakili Enam Cabang Gubernur Sulbar Apresiasi Penampilan Paskibraka, Penghargaan Diarahkan untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan Berkah HUT RI ke-81, Bupati Polman Resmikan Rumah Nahni yang Dibedah dalam 14 Hari Bupati Polman Serahkan Bantuan ATENSI Rp2,4 Juta kepada Penyandang Disabilitas yang Hidup Seorang Diri Upacara HUT RI ke-79 di Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Kenakan Putih-Putih dan Dihadiri Perwakilan 14 Kerajaan

Advertorial

HUT ke-81 RI di Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Tekankan Kemerdekaan Harus Berujung pada Kesejahteraan

badge-check


					HUT ke-81 RI di Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Tekankan Kemerdekaan Harus Berujung pada Kesejahteraan Perbesar

Mamuju – Upacara detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Barat berlangsung khidmat di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin (17/8/2026).

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara diikuti jajaran TNI dan Polri, Basarnas, ASN, serta pelajar SMA sederajat.

Peringatan HUT ke-81 RI tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk kembali merefleksikan makna kemerdekaan, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Usai upacara, Suhardi Duka mengatakan kemerdekaan merupakan momentum sakral karena bangsa Indonesia terbebas dari penindasan dan penjajahan.

“Saya kira hari kemerdekaan itu sakral. Kenapa sakral? Karena pembebasan dari penindasan, penjajahan. Dan di situ kita menghirup masa depan,” ujar Suhardi Duka.

Menurutnya, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, perjuangan belum selesai. Pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan, salah satunya kemiskinan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

“Walaupun sudah 81 tahun kita merdeka, sesungguhnya semua rakyat Indonesia itu harus sejahtera. Akan tetapi masih ada kemiskinan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, harus menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, menurut Suhardi Duka, berbagai kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok daerah.

“Saya kira ini yang akan menggugah kesadaran kita, bagaimana upaya Bapak Presiden, para menteri, dan seluruh kepala daerah untuk menolkan kemiskinan ekstrem di setiap wilayah pelosok Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai kemiskinan ekstrem merupakan kondisi yang menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan.

“Kenapa? Karena kemiskinan ekstrem sesungguhnya dia jauh tertinggal dari kemerdekaan. Dengan demikian, kesadaran itu yang harus kita gugah,” tegasnya.

Suhardi Duka juga mengapresiasi pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI yang berjalan dengan baik dan khidmat. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Barat yang sukses menjalankan tugasnya.

“Pelaksanaan upacara cukup khidmat. Tidak semua mengikuti detik-detik Proklamasi dengan penuh kesadaran. Dan juga Paskibraka kita bagus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga menyinggung pembangunan infrastruktur di Sulawesi Barat yang masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan sejumlah infrastruktur tidak sepenuhnya dapat dibiayai melalui anggaran daerah.

Ia menyebut sejumlah program infrastruktur, seperti jalan desa melalui Instruksi Presiden (Inpres) dan pembangunan jembatan gantung, berada dalam skema dukungan pemerintah pusat. Pemprov Sulbar, kata dia, terus mengusulkan kebutuhan infrastruktur daerah kepada pemerintah pusat.

“Dengan keterbatasan anggaran kita, kadangkala infrastruktur tidak mampu kita bangun sepenuhnya di daerah. Olehnya itu kita sharing dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia bersyukur dukungan anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur Sulbar pada tahun sebelumnya cukup baik.

Salah satunya, kata dia, pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan jembatan yang ambruk di Karema, Mamuju, melalui skema Inpres Jalan Daerah.

Suhardi Duka juga menyebut PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebagai salah satu lembaga pemerintah yang dapat membantu pembiayaan pembangunan daerah.

Ia mengatakan, gubernur sebelumnya yakni Anwar Adnan Saleh dan Ali Baal Masdar telah memanfaatkan dukungan PT SMI untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Dan di tahun ini juga saya mengusul. Hanya belum bertandatangan. Tapi saya dijanji katanya kita akan tandatangan di akhir Agustus ini. Semoga ya,” katanya.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Barat turut dihadiri Anggota DPD RI asal Sulbar Almalik Pababari, pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Sulbar beserta jajaran pimpinan OPD.

Hadir pula pimpinan instansi vertikal, perwakilan veteran, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, orang tua Paskibraka, serta tamu undangan lainnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Sekprov Junda Maulana Buka Pelatihan, Sulbar Bersiap Terapkan Katalog Versi 6

18 August 2026 - 17:55 WIT

Kafilah MTQ KORPRI Sulbar Siap Berlaga di Makassar, Enam ASN Wakili Enam Cabang

18 August 2026 - 12:49 WIT

Gubernur Sulbar Apresiasi Penampilan Paskibraka, Penghargaan Diarahkan untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan

18 August 2026 - 12:45 WIT

Berkah HUT RI ke-81, Bupati Polman Resmikan Rumah Nahni yang Dibedah dalam 14 Hari

17 August 2026 - 20:36 WIT

Bupati Polman Serahkan Bantuan ATENSI Rp2,4 Juta kepada Penyandang Disabilitas yang Hidup Seorang Diri

17 August 2026 - 20:31 WIT

Trending on Advertorial