Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Advertorial

Inflasi Sulbar Terkendali di Angka 2,94 Persen, Tetap Dalam Target Nasional

badge-check


					Inflasi Sulbar Terkendali di Angka 2,94 Persen, Tetap Dalam Target Nasional Perbesar

Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,94 persen pada Maret 2026. Angka ini masih berada dalam kisaran target nasional 1,5 hingga 3,5 persen.

Capaian tersebut menunjukkan tren positif pengendalian harga di daerah, sekaligus menjadi indikator stabilitas ekonomi di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Example 728x250

Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, Musrifa Hamzah, menyampaikan capaian ini usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bersama Sekjen Kemendagri, Tomsi Thahir, Senin (13/4/26).

Selain itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026, inflasi bulanan (month-to-month) Sulbar tercatat sangat rendah, yakni hanya 0,08 persen. Capaian ini menempatkan Sulbar di posisi ke-31 nasional, yang mencerminkan kondisi harga relatif stabil dibandingkan banyak daerah lain.

“Ini merupakan hasil dari kebijakan pengendalian ekonomi yang diarahkan langsung oleh Bapak Gubernur. Namun, kita tetap perlu waspada terhadap potensi kenaikan harga pangan pada pekan kedua April,” ujar Musrifa.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), hingga minggu kedua April terjadi dinamika harga di 22 provinsi. Di Sulbar, kenaikan IPH tercatat sebesar 1,44 persen yang dipicu oleh komoditas utama seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, pemerintah daerah didorong memperkuat tiga langkah utama. Pertama, mendorong gerakan mandiri pangan agar masyarakat tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kedua, mempercepat pemetaan surplus dan defisit komoditas secara real-time. Ketiga, mengoptimalkan distribusi pangan dengan melibatkan BUMD dan pihak ketiga.

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa inflasi yang terkendali menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sebesar 8 persen pada tahun 2030 hanya bisa dicapai jika stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi.

“Inflasi yang terkendali adalah prasyarat utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan daerah,” ujarnya. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

10 October 2026 - 09:18 WIT

Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat

10 October 2026 - 09:15 WIT

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

9 October 2026 - 09:13 WIT

Trending on Advertorial