Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat Sekprov Junda Maulana Buka Pelatihan, Sulbar Bersiap Terapkan Katalog Versi 6

Advertorial

Gubernur Suhardi Kenang Sukardy M Noer: Sosok Peredam Konflik

badge-check


					Gubernur Suhardi Kenang Sukardy M Noer: Sosok Peredam Konflik Perbesar

Mamuju – Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengenang almarhum H Sukardy M Noer sebagai sosok yang selalu hadir saat situasi memanas. Almarhum, kata SDK, bukan tipe politikus yang ikut membesarkan masalah.

Hal itu ia sampaikan dalam Tahlilan, Baca Pura, Doa dan Buka Puasa Bersama mengenang wafatnya alm Sukardy M. Noer, MM Bin A. Syafar Nur Tammauni di Aula Masjid Raya Suada, Mamuju, Senin 2 Maret 2026.

Sukardy bukan sekadar kolega. Perjalanan mereka sudah panjang sejak masa kuliah.

Keduanya kembali bertemu saat sama-sama menjadi aparatur sipil negara. Setelah itu aktif di organisasi sayap partai politik di Makassar.

“Jadi panjang perjalanan kita. Selepas itu saya jadi pegawai, kemudian masuk di organisasi politik, ketemu lagi di Makassar, Sukardy di Kosgoro saya di SOKSI, jadi sering ketemu,” ungkapnya.

Saat kembali ke Mamuju, kebersamaan itu berlanjut. Sukardy menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulbar dan sama-sama berada di bawah payung Partai Demokrat.

Almarhum dikenal rajin bersilaturahmi. Hampir tak ada kegiatan sosial dan keagamaan yang ia lewatkan.

“Di Makassar tidak ada kegiatan sosial dan keagamaan tanpa kehadiran Almarhum. Apakah itu kematian, perkawinan. Apa saja pokoknya pasti ada Pak Sukardy, begitu pedulinya beliau,” kenang SDK.

Yang paling diingat SDK adalah sikap politik Sukardy. Ia tidak ingin terseret dalam pusaran konflik.

“Sehingga dengan demikian dia selalu berada di tengah. Orang konflik, dia pasti ada ditengah. Dia tidak ingin membesarkan konflik, tapi selalu ingin meredamkan konflik dan meniadakan konflik,” ucapnya.

SDK juga mengaku tak pernah mendengar Sukardy berselisih dengan orang lain. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

“Saya tahu juga bahwa ketekunan agama almarhum sangat kuat dan sebagaimana dikatakan tadi, tidak pernah saya dengar Pak Sukardy clash dengan orang lain,” ungkapnya.

Bagi SDK, sikap itulah yang paling membekas. Di tengah dinamika sosial-politik, almarhum Sukardy memilih menjadi penyejuk, teduh di tengah perbedaan. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

20 August 2026 - 07:25 WIT

Trending on Advertorial