Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

Daerah

Jembatan Belum Terbangun, Babinsa Antar Anak-Anak Sekolah Menyebrang Sungai dengan Rakit Bambu di Tapua

badge-check


					Jembatan Belum Terbangun, Babinsa Antar Anak-Anak Sekolah Menyebrang Sungai dengan Rakit Bambu di Tapua Perbesar

Polewali Mandar —Sejak jembatan penghubung di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, hanyut diterjang banjir bandang pada 22 Mei 2025 lalu, warga setempat masih harus mengandalkan rakit bambu sebagai sarana penyeberangan. Termasuk para pelajar yang setiap hari harus berangkat dan pulang sekolah menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.

Pada Sabtu (29/11/2025), seorang Babinsa dari Kodim 1402/Polman kembali terlihat turun langsung membantu anak-anak sekolah menyeberang menggunakan rakit bambu tersebut. Dengan seragam lorengnya yang sudah basah hingga lutut, ia memastikan satu per satu siswa berdiri aman di atas rakit sebelum ditarik menyeberangi sungai.

Rakit bambu yang digunakan itu sendiri merupakan hasil rakitan gotong royong antara anggota Kodim 1402/Polman dan warga setempat beberapa hari setelah jembatan hanyut. Hingga saat ini, sarana sederhana itu menjadi tumpuan sehari-hari masyarakat.

Danramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah membenarkan kondisi tersebut.

“Sejak jembatannya hanyut pada bulan Mei lalu, masyarakat di Desa Tapua masih menggunakan rakit bambu sebagai alat penyeberangan. Babinsa kami tetap standby untuk membantu, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur vital bagi warga, anak sekolah, petani, hingga distribusi kebutuhan pokok.

Di tengah ketidaknyamanan itu, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi penopang semangat. Setiap pagi, suara tawa anak-anak bercampur derasnya aliran sungai menjadi pemandangan yang mengharukan—bahwa pendidikan tetap berjalan, meski harus menumpang rakit bambu di atas arus sungai yang tak pernah berhenti. (Zik)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene

25 August 2026 - 21:21 WIT

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Trending on Advertorial