Menu ✖

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks Gubernur Suhardi Duka Terima Manager PLN UP2K Sulbar, Bahas Percepatan Lisdes dan Peningkatan Elektrifikasi Sulbar

Daerah

Tanpa Jasa Guru, Tak Ada Pejabat: Gubernur Sulbar Puji Peran Strategis Pendidik di Sulbar

badge-check


					Tanpa Jasa Guru, Tak Ada Pejabat: Gubernur Sulbar Puji Peran Strategis Pendidik di Sulbar Perbesar

Mamuju, SuaraMandar.com – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa keberhasilan misi ketiga Panca Daya, yaitu membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter, bergantung pada kualitas dan ketulusan para guru.

Hal itu disampaikan Suhardi Duka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Strategi Implementasi Program Sulbar Mandaras yang dirangkaikan dengan pengukuhan Ibunda Guru dan Bunda PAUD Provinsi Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 30 Oktober 2025.

Example 728x250

“Kunci membangun SDM unggul ada di guru. Tidak ada pejabat, bupati, atau gubernur yang lahir tanpa jasa seorang guru,” ujar Suhardi Duka di hadapan para peserta.

Ia menuturkan, paradigma pendidikan kini telah berubah jauh dibandingkan masa yang lalu. Jika dulu hukuman fisik dianggap wajar, kini pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik siswa.

“Dulu kita bangga kalau dipukul guru. Orang tua pun tidak marah. Tapi sekarang tidak boleh lagi. Didiklah siswa dengan kasih sayang. Banyak murid merasa hidupnya berubah karena disayangi oleh gurunya,” kata Suhardi Duka.

Ia bahkan mengisahkan pengalamannya saat pertama kali dilantik menjadi bupati. “Waktu saya dilantik, yang pertama saya cari adalah guru-guru saya. Saya kirimkan ucapan terima kasih dan parcel. Karena saya sadar, saya bisa sampai di titik ini berkat guru,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga menyoroti praktik pungutan di sekolah yang kerap menimbulkan masalah di tengah masyarakat. Ia meminta agar seluruh kepala sekolah menghentikan segala bentuk pungutan kepada siswa.

“Jangan ada lagi pungutan di sekolah. Sekarang masyarakat sangat sensitif. Dulu kita miskin tapi tetap semangat belajar, tidak pernah mengeluh. Tapi sekarang, hal kecil bisa viral dan mencoreng nama sekolah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar budaya “seremonial berlebihan” saat kunjungan pejabat dihentikan. “Kalau pejabat datang, tidak perlu lagi pakai tari-tarian, kalung sutra, atau amplop. Semua itu tidak perlu,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya tata kelola pendidikan yang bersih dan akuntabel. Ia meminta kepala sekolah untuk berani mempertahankan wibawa lembaganya.

“Kalau ada yang menyegel sekolahmu, lawan! Kalau pertahankan sekolah mu berkasus hukum, saya yang bertanggungjawab. Kalau kamu biarkan, saya nonjob-kan kepala sekolahnya. Kita harus punya harga diri,” tegas Suhardi Duka.

Ia juga mengingatkan agar para guru dan kepala sekolah tidak takut menghadapi tekanan pihak luar selama tidak melakukan kesalahan. “Kalau kamu tidak korupsi, tidak usah takut. Hadapi saja,” katanya.

Dalam penutup arahannya, Suhardi Duka menegaskan pentingnya pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang patriotik dan peduli terhadap bangsa.

“Saya ingin anak-anak Sulbar tumbuh menjadi patriot, cinta tanah air, dan peduli terhadap sesama. Maka, mantapkan kegiatan Pramuka di setiap sekolah. Karena di sanalah pendidikan karakter sesungguhnya,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan, pembangunan pendidikan yang berkarakter adalah satu-satunya jalan agar Sulbar mampu keluar dari ketertinggalan.

“Kita masih berhadapan dengan kemiskinan, stunting, dan pertumbuhan ekonomi rendah. Tapi dengan pendidikan yang kuat dan guru yang berintegritas, kita bisa membawa Sulbar lebih maju,” pungkas Gubernur Suhardi Duka. (Rls)

Facebook Comments Box

Read More

Empat Bulan Kekurangan Air Bersih, BPBD Polman Salurkan Bantuan ke Ponpes Salafiyah Parappe

10 October 2026 - 11:21 WIT

Gubernur Sulbar: Kuatnya Pramuka Jadi Wadah Cetak SDM Berkarakter Pejuang Muda Mandar untuk Panca Daya

10 October 2026 - 09:22 WIT

Hadiri Pembukaan Karate Piala Panglima TNI, Gubernur SDK: Anak Muda Harus Punya Nilai Juang Tinggi di Tengah Persaingan Global

10 October 2026 - 09:18 WIT

Malam Kenal Pamit Kapolda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka: Peran Polisi Sangat Tinggi Sukseskan Pembangunan, Perlu Sinergi Kuat

10 October 2026 - 09:15 WIT

Gubernur Suhardi Duka Harap Media Siber Bantu Masyarakat Pilah Informasi dan Tangkal Hoaks

9 October 2026 - 09:18 WIT

Trending on Advertorial