Menu

Dark Mode
Wagub Sulbar Kunjungi Arif, Remaja Kalukku yang Berjuang Melawan Tumor Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat

Advertorial

DPRD Sulbar Kuliti APBD 2025, Sinkronkan Data dan Dampak Program Pemerintah

badge-check


					DPRD Sulbar Kuliti APBD 2025, Sinkronkan Data dan Dampak Program Pemerintah Perbesar

Mamuju – Komisi III DPRD Sulbar membedah capaian program dan realisasi anggaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam postur APBD tahun 2025.
DPRD menekankan ukuran kinerja tidak berhenti pada serapan anggaran. Aspek manfaat bagi masyarakat haruslah jadi muara aktualisasi program. Terutama pada sektor infrastruktur, lingkungan, energi, dan perencanaan pembangunan.
Upaya itu berlangsung melalui rapat monitoring dan evaluasi (monev) di ruang Komisi III, Selasa (27/1).

Sekretaris Komisi III Harun Lulullangi memimpin rapat. Wakil Ketua Komisi III Fredy Boy ikut mendampingi. Anggota Komisi III Sukri dan H. Antoni turut mengikuti pembahasan.

Komisi III memanggil OPD strategis yang mengelola program padat anggaran. Mulai dari Bapperida, PUPR, DLHK, Dinas ESDM, dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan.

DPRD meminta masing-masing OPD memaparkan progres program. Utamanya hambatan pelaksanaan dan alasan keterlambatan serta ketidaksesuaian target.
Harun menegaskan, monev menjadi cara DPRD menguji progres kinerja pemerintah. Apakah program yang sudah masuk dokumen anggaran benar-benar berubah menjadi layanan dan pembangunan nyata.

“Rapat kerja ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana dengan baik. Kami mendorong agar setiap perangkat daerah lebih fokus pada hasil dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Harun.

Komisi III menilai, koordinasi antarlembaga menentukan efektivitas pelaksanaan APBD. Ketika perencanaan, eksekusi, dan pengawasan berjalan terpisah, program rawan melambat, biaya membengkak, atau hasil tidak sesuai kebutuhan lapangan.
Karena itu, DPRD meminta OPD memperkuat perbaikan pada titik paling krusial. Aspek itu tidak lain adalah ketepatan perencanaan, kejelasan indikator kinerja, dan pengendalian hambatan sejak awal.

Harun juga menekankan, perlu kerja sama antara DPRD dan OPD untuk menutup celah pelaksanaan dan meningkatkan efektivitas program. Terutama pada bidang yang langsung bersentuhan dengan layanan publik.
Komisi III menargetkan hasil monev menjadi pijakan koreksi kebijakan dan penguatan program pada periode berikutnya. DPRD ingin pengelolaan APBD 2025 tidak sekadar rapi pada laporan, tetapi terukur pada perubahan yang masyarakat lihat dan rasakan. (ADV)

Facebook Comments Box

Read More

Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Kambing dan Ayam ke Kelompok Tani-Ternak Majene

25 August 2026 - 21:21 WIT

Logo HUT ke-22 Sulawesi Barat Jadi Simbol Perjalanan Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

24 August 2026 - 10:17 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gube@rnur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

21 August 2026 - 19:56 WIT

NasDem Sulbar Resmi Usung Fatmawaty Salim sebagai Calon Wakil Gubernur

20 August 2026 - 20:41 WIT

Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang

20 August 2026 - 19:02 WIT

Trending on Advertorial